Di Tengah Isu Pencemaran Cisadane, Perumdam TKR Pastikan Air Aman untuk Warga

Elva
Seorang petugas melakukan pengujian kualitas air di laboratorium Perumdam TKR yang telah menerapkan ISO 17025:2017 dan terakreditasi KAN. Foto Ist

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Isu dugaan pencemaran Sungai Cisadane sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang. Sungai yang menjadi salah satu sumber air baku tersebut selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga. 

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR), Direktur Utama, Sofyan Sapar menegaskan, air yang disalurkan kepada pelanggan tetap aman, layak digunakan dan memenuhi standar kualitas.

“Kondisi Sungai Cisadane tidak berdampak langsung pada kualitas air bersih yang diterima masyarakat. Air yang didistribusikan telah melalui proses pengolahan yang ketat dan berlapis sebelum sampai ke rumah pelanggan,” katanya, Selasa (10/2/2026).

Sofyan menjelaskan, meskipun terdapat indikasi pencemaran pada air baku di Sungai Cisadane, kualitas air olahan Perumdam TKR tetap terjaga. 

“Air yang diterima pelanggan telah melalui tahapan penyaringan, pengolahan kimia, hingga pengujian kualitas secara berkala untuk memastikan keamanan dan kelayakannya,” terangnya. 

Dia menerangkan, sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan publik, pihaknya juga secara rutin melakukan pemantauan langsung ke sumber air baku. Langkah antisipatif, seperti pengurasan dan pengendalian di sejumlah titik instalasi pengolahan air dilakukan untuk menjaga stabilitas serta mutu air yang didistribusikan kepada masyarakat.

“Seluruh tahapan tersebut dikawal dengan sistem quality control yang ketat,” tegas Sofyan.

Dia mengungkapkan, pengujian kualitas air dilakukan di laboratoriumnya yang telah menerapkan standar ISO 17025:2017 dan terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LP-763-IDN. 

“Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan air bersih yang disalurkan memenuhi standar dan aman digunakan,”’imbuhnya. 

Sofyan menambahkan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memahami perbedaan antara air baku dan air olahan. Air baku yang berasal dari sungai, tidak serta-merta dikonsumsi. Tapi harus melalui proses teknis yang terukur dan terstandar agar aman digunakan.

“Air baku akan melalui tahapan pengolahan dan pengujian yang ketat. Sehingga air yang sampai ke pelanggan tetap layak dan sesuai standar. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami menjamin kualitas air bersih tetap terjaga,” paparnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network