Dari sisi akademik, Direktur SEAFAST Center IPB, Dr. Puspo Edi Giriwono, menjelaskan bahwa teknologi pangan modern dirancang untuk menjamin keamanan, mutu, dan masa simpan produk. Namun, tantangan terletak pada pemahaman masyarakat terhadap proses pengolahan dan informasi yang tercantum pada kemasan.
Menurutnya, bahan tambahan pangan yang digunakan telah melalui kajian keamanan dan memiliki batas konsumsi yang diatur regulasi. Edukasi publik menjadi kunci agar masyarakat dapat memilih pangan secara bijak tanpa harus membatasi akses terhadap sistem pangan modern.
Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana S.T.P., M.Sc., PD.Eng, menyatakan keberagaman produk pangan olahan saat ini menuntut konsumen lebih selektif. “Dengan memahami informasi pada label, masyarakat dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sesuai kebutuhan harian,” katanya.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
