JAKARTA, iNewsTangsel.id - Survei global terbaru dari GSK mengungkap rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacar api (herpes zoster), meski mayoritas responden mengkhawatirkan dampaknya terhadap aktivitas dan kesehatan jangka panjang.
Dalam kampanye Shingles Action Week yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Dunia, survei terhadap lebih dari 6.000 responden usia 50 tahun ke atas di 10 negara menunjukkan 78% khawatir penyakit ini mengganggu aktivitas harian, dan 72% takut berujung rawat inap. Namun, 54% responden mengaku belum pernah mendiskusikan cacar api dengan dokter.
Temuan ini menyoroti kesenjangan antara tingkat kekhawatiran dan pemahaman masyarakat. Padahal, cacar api dapat menyerang satu dari tiga orang dewasa sepanjang hidupnya, terutama mereka dengan penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, hingga penyakit paru.
Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, Nurwestu Rusetiyanti, menjelaskan kelompok dengan sistem imun lemah memiliki risiko lebih tinggi. “Penderita HIV/AIDS, kanker, hingga usia lanjut lebih rentan mengalami herpes zoster dengan komplikasi lebih berat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Di Indonesia, beban penyakit ini juga cukup signifikan. Data BPJS Kesehatan mencatat ratusan ribu kasus dalam beberapa tahun terakhir, dengan biaya perawatan mencapai puluhan miliar rupiah.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
