Monolog Dapur Sumur Tutur Soroti Dinamika Perempuan dan Tradisi

Thomas Manggala
Momen refleksi keluarga menjadi titik penting untuk memahami bagaimana tradisi dimaknai ulang. Foto Thomas

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan pertunjukan seni yang mengangkat isu sosial melalui pementasan monolog Dapur Sumur Tutur. Karya ini menyoroti dinamika perempuan lintas generasi di tengah perubahan nilai budaya dan tradisi yang terus berkembang.

Dipentaskan oleh Putri Ayudya, pertunjukan ini mengajak penonton menyelami kisah tiga generasi perempuan dalam satu keluarga Jawa melalui sudut pandang berbeda. Dengan format one woman show, penampilan selama satu jam ini menghadirkan pengalaman yang intim dan reflektif.

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, mengatakan pementasan ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat. “Kami ingin menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan isu keluarga, perempuan, dan perubahan nilai budaya,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Produser Nosa Nurmanda menjelaskan, pemilihan latar tiga generasi perempuan menggambarkan bagaimana nilai dan pengalaman diwariskan dalam keluarga. “Momen refleksi keluarga menjadi titik penting untuk memahami bagaimana tradisi dimaknai ulang,” katanya.

Sementara itu, sutradara Ben Bening menilai isu kebebasan perempuan masih relevan hingga kini. “Pertanyaan tentang apakah perempuan sudah benar-benar bebas masih menjadi diskusi yang terus berkembang,” ungkapnya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network