Ajang Lari Inklusif Bangun Kepercayaan Diri Anak Disabilitas

Elva
Press Conference ajang lari inklusif, "Run for Equality 2026".(Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Tantangan inklusivitas yang dihadapi penyandang disabilitas di Indonesia masih tinggi. Meski, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 telah menjamin hak-hak penyandang disabilitas, tapi berbagai tantangan masih ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Melihat kondisi itu, membuat ajang lari inklusif Run for Equality 2026 kembali digelar pada 26 Juli 2026 mendatang. 

‎Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, ajang ini sebagai wadah untuk mendorong partisipasi anak-anak dan kaum muda penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kebugaran, tapi juga sarana membangun kepercayaan diri dan memperkuat semangat kesetaraan.

‎"Ajang ini menghadirkan kategori lari 3 kilometer, 5 kilometer, dan 10 kilometer. Kegiatan bertema 'Equal Steps, Equal Play", ini dirancang agar dapat diikuti berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas," ujarnya, Selasa (2/6/2026). 

‎Dia menjelaskan, olahraga dapat menjadi ruang yang mendorong setiap anak untuk berkembang tanpa diskriminasi. Karena seluruh anak dan kaum muda berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam aktivitas olahraga maupun kehidupan sosial.

‎"Ajang tersebut hadir di tengah masih terbatasnya akses penyandang disabilitas terhadap berbagai layanan dan fasilitas publik. Selain tantangan di bidang pendidikan dan pekerjaan, akses terhadap kegiatan olahraga yang inklusif juga masih menjadi perhatian," papar Dini. 

‎Pada kesempatan yang sama, Komisioner Komnas Disabilitas, Jonna Aman Damanik menambahkan, kegiatan olahraga yang inklusif penting untuk memastikan penyandang disabilitas dapat berpartisipasi secara setara. Apalagi, inklusivitas bukan hanya soal kehadiran, tapi juga kesempatan untuk terlibat secara aktif dan bermakna.

‎"Bagi peserta penyandang disabilitas, ajang ini memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar berolahraga," tegas Jonna. 

‎Melalui kegiatan ini, lanjut dia, pihaknya berharap olahraga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat inklusi sosial sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka di ruang publik. 

‎"Dengan semakin banyaknya kegiatan olahraga yang ramah disabilitas, partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan masyarakat diharapkan terus meningkat," imbuhnya. 

‎Sementara itu, CEO kitabisa, Vikra Ijas mengungkapkan, setiap peserta yang mengikuti lomba lari tidak hanya berkontribusi pada program bantuan bagi anak disabilitas di NTT, tapi juga memperoleh manfaat perlindungan jiwa dan kecelakaan selama satu tahun. 

‎"Kegiatan ini dirancang untuk seluruh lapisan masyarakat dan dirancang untuk menjadi ruang inklusif bagi semua orang,"  terangnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network