Relawan Muda Korea Selatan dan Indonesia Revitalisasi Sekolah di Jakarta

Elva
Para relawan melakukan revitalisasi lingkungan sekolah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sebanyak 69 anak muda dari Korea Selatan dan Indonesia terlibat dalam kegiatan revitalisasi lingkungan sekolah di Jakarta. Kegiatan bertema Happy Move Global Youth Volunteer ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman dan pertukaran budaya sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial di masyarakat.

‎Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, dalam kegiatan tersebut, para relawan ikut melakukan revitalisasi lingkungan sekolah, mengembangkan area olahraga, serta memperbaiki perpustakaan dan taman bermain. Kegiatan itu menjadi sarana bagi peserta untuk memahami bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat.

‎"Para peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai pengelolaan sampah, urban farming, pembuatan kompos, serta ketahanan terhadap perubahan iklim. Materi tersebut memperkenalkan berbagai isu lingkungan kepada peserta sekaligus mendorong keterampilan praktis dan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Dini, dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).

‎Menurutnya, keterlibatan kaum muda dalam kegiatan sosial dapat membantu membangun kapasitas mereka sebagai agen perubahan. Karena anak muda memiliki kapasitas dan perspektif yang penting untuk menjadi bagian dari solusi.

‎"Melalui kegiatan ini kami ingin menciptakan ruang bagi anak muda Korea Selatan dan Indonesia untuk belajar dari satu sama lain, bekerja bersama, dan mengalami secara langsung bagaimana kontribusi mereka dapat memberikan manfaat bagi komunitas,” ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, pengalaman lintas budaya juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Ketika bertemu dengan teman sebaya dari latar belakang berbeda, peserta belajar memahami keberagaman perspektif serta cara menghadapi persoalan yang berbeda di setiap komunitas.

‎“Dari proses tersebut tumbuh empati, kemampuan berkolaborasi, dan kesadaran bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan perubahan yang lebih baik,” katanya.

‎Sementara itu, Minister & Consul General Embassy of the Republic of Korea, Chung Hae Kwan menambahkan,  kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda kedua negara. Karena proses belajar dan bekerja bersama memungkinkan peserta memahami budaya satu sama lain sekaligus membangun persahabatan melalui pengalaman langsung.

‎“Kegiatan ini turut membangun jembatan antara anak muda Korea Selatan dan Indonesia. Melalui pengalaman belajar dan bekerja bersama, kami berharap para peserta dapat memahami satu sama lain dengan lebih baik, membangun persahabatan, dan membawa semangat kolaborasi ini ke masa depan,” tuturnya. 

‎Pada kesempatan yang sama, Senior Manager of Grants and Program Plan Korea, Park Sangyoung, berharap pengalaman tersebut dapat memberikan perspektif baru kepada para peserta setelah program berakhir.

‎“Kami ingin para peserta pulang dengan perspektif baru, pengalaman bekerja bersama komunitas, dan pemahaman yang lebih kuat bahwa kaum muda dari berbagai negara dapat saling belajar dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif,” katanya.

‎Ia menilai, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan yang mengembangkan tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan, kerja sama, empati, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

‎"Melalui pengalaman langsung di sekolah dan masyarakat, generasi muda diharapkan dapat memahami bahwa pengetahuan dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitar sekaligus mendorong terciptanya perubahan sosial," ungkapnya.

‎Salah satu peserta asal Korea Selatan mengaku, kegiatan tersebut membuatnya memahami perbedaan budaya bukan penghalang untuk berkolaborasi.

‎“Justru dari pengalaman ini saya belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana ketika kita mau terlibat dan bergerak bersama,” katanya.

‎Sementara peserta asal Indonesia mengatakan, memperoleh pengalaman baru dalam kegiatan kerelawanan sekaligus kesempatan belajar dari peserta Korea Selatan.

‎“Bagi saya, pengalaman ini menunjukkan bahwa menjadi relawan berarti belajar, membangun hubungan, dan tumbuh bersama,” ujarnya.



Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network