Diskominfo juga menggulirkan sejumlah program pendukung seperti Festival Digital Marketing Islami, kolaborasi SEO Subuh, hingga GPS Tangsel. Berbagai kegiatan tersebut ditujukan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang ekonomi baru.
“Kami ingin memastikan bahwa konektivitas yang andal ini berkorelasi langsung dengan kegiatan yang produktif. Generasi muda harus diarahkan untuk menjadi kreator dan inovator digital, bukan sekadar konsumen konten,” tambah Asep.
Hingga kuartal II tahun 2026, Pemkot Tangsel mencatat capaian signifikan dalam perluasan jaringan internet gratis. Sebanyak 379 masjid dan 376 musala telah terhubung dengan layanan internet gratis yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Pondok Aren, Ciputat Timur, Pamulang, Ciputat, Serpong, Serpong Utara, dan Setu.
Asep menjelaskan bahwa perluasan jaringan tersebut merupakan bagian dari target besar digitalisasi daerah yang kini telah menjangkau lebih dari 5.000 titik layanan internet gratis. Dari jumlah itu, sebanyak 397 titik berada di area pemerintahan dan 4.603 titik lainnya tersebar di ruang publik seperti balai warga, sekolah, pondok pesantren, posyandu, hingga pusat aktivitas masyarakat.
“Penyediaan akses internet gratis tersebut merupakan bagian dari program perluasan jaringan digital yang kini telah menjangkau lebih dari 5.000 titik layanan internet gratis di berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan. Dari total tersebut, sebanyak 397 titik merupakan WiFi di area pemerintah, serta 4.603 titik merupakan WiFi di area publik,” tegasnya.
Selain menghadirkan konektivitas, Pemkot Tangsel juga meluncurkan program hosting gratis bagi organisasi keagamaan dan UMKM binaan masyarakat. Didukung fasilitas pusat data dengan kapasitas besar, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian digital sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi lokal.
“Rumah ibadah dinilai mampu menyentuh lapisan masyarakat akar rumput yang selama ini sulit dijangkau oleh sosialisasi formal perbankan atau korporasi teknologi. Perluasan jaringan yang masif ini menjadi sinyal positif bahwa Tangsel siap menuju ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Asep.
Editor : Aris
Artikel Terkait
