JAKARTA, iNewsTangsel - Danantara melakukan efisiensi dan perombakan di tubuh BUMN utamanya yang memiliki catatan kinerja kurang maksimal. Perombakan tersebut membuahkan capaian luar biasa dari strategi operational excellence dan cost leadership yang diterapkan secara disiplin di bawah supervisi Danantara.
Salah satunya dilakukan Danantara terhadap PT Pupuk Indonesia (Persero) yang kini berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026. Berdasarkan data keuangan resmi, emiten negara ini sukses meraup laba bersih sebesar Rp8,51 triliun hingga bulan Juni 2026.
Angka fantastis tersebut mencerminkan pertumbuhan raksasa hingga 253 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Keberhasilan ini membuktikan bahwa restrukturisasi tata kelola perusahaan berjalan sangat adaptif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Perusahaan kini tidak hanya bergantung pada momentum siklus harga komoditas semata, melainkan pada penguatan fondasi bisnis internal.
“Berkat dukungan pemerintah melalui Danantara, transformasi bisnis secara menyeluruh sudah mulai membuahkan hasil berupa capaian kinerja keuangan yang membanggakan," ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut, korporasi juga melakukan diversifikasi pendapatan dengan memperkuat kontribusi segmen non-subsidi dan produk non-pupuk. Regulasi strategis seperti Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 turut menjadi titik balik penting yang memperkokoh efisiensi operasional BUMN ini.
Rencana besar pun telah disiapkan, termasuk komitmen meremajakan tujuh pabrik tua dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Langkah ekspansi global lainnya meliputi pengembangan bisnis clean ammonia serta metanol untuk mengoptimalkan nilai tambah aset negara.
Dampak positif dari transformasi struktural ini ternyata juga langsung dirasakan oleh sektor hulu, terutama para petani di akar rumput. Distribusi pupuk bersubsidi kini menjadi jauh lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran berkat digitalisasi lewat sistem i-Pubers.
“Sejalan dengan agenda transformasi BUMN yang didorong Danantara, semua perubahan struktural ini bermuara pada satu hal, pupuk yang terjangkau dan lebih cepat sampai ke petani,” pungkas Rahmad.
Editor : Aris
Artikel Terkait
