Fedy Nuril menyebut kekuatan film ini terletak pada kedekatan cerita dengan realitas masyarakat. “Tarkam itu sangat Indonesia, bukan hanya soal olahraga, tapi juga ada sisi sosial dan ekonominya yang bisa dirasakan banyak orang,” katanya.
Sementara itu, aktor muda Ali Fikry yang berperan sebagai Dino menambahkan bahwa konflik keluarga menjadi inti cerita yang memperkuat emosi film. “Ini bukan sekadar film bola, tapi tentang hubungan bapak dan anak yang penuh konflik dan harapan,” ujarnya.
Melalui perpaduan komedi, olahraga, dan drama keluarga, “Bapakmu Kiper” mencoba menghadirkan potret kehidupan masyarakat dari lapangan kampung ke layar lebar, sekaligus membuka ruang baru bagi cerita sepak bola akar rumput di industri film nasional.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
