JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kebutuhan akan perangkat pendingin udara hemat energi terus meningkat seiring pertumbuhan sektor hunian dan komersial di Indonesia. Efisiensi listrik kini menjadi pertimbangan utama, terutama di tengah naiknya biaya energi dan tuntutan operasional bangunan yang lebih optimal.
Di sisi lain, tren industri elektronik juga mulai menyesuaikan diri dengan arah kebijakan nasional yang mendorong penggunaan produk dalam negeri. Produsen tidak hanya berlomba menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan produk mereka memenuhi standar regulasi yang berlaku di Indonesia.
Efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan menjadi fokus utama dalam pengembangan teknologi pendingin udara. Penggunaan refrigeran ramah lingkungan serta sistem kerja yang lebih efisien dinilai mampu menekan dampak emisi sekaligus menjaga konsumsi listrik tetap terkendali.
Sejalan dengan itu, penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong kemandirian industri. Langkah ini juga diikuti oleh pelaku industri dengan meningkatkan kapasitas produksi lokal dan memperluas penggunaan komponen dalam negeri.
Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia, Arif Gobel, mengatakan produksi lokal perangkat AC komersial menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung industri nasional. “Produksi dalam negeri bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga memperkuat ekosistem manufaktur serta meningkatkan daya saing produk Indonesia,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Transformasi teknologi manufaktur pun turut berjalan seiring penguatan TKDN. General Manager Product Marketing AC PT Panasonic Gobel Indonesia, Hot Asi Eben Ezer Nababan, menuturkan bahwa inovasi kini tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga efisiensi energi dan kemudahan operasional. “Kebutuhan pasar saat ini mengarah pada solusi pendingin udara yang efisien, ramah lingkungan, dan mampu menjawab kebutuhan ruang komersial yang dinamis,” jelasnya.
Dengan kombinasi kebijakan pemerintah dan inovasi industri, sektor elektronik nasional dinilai semakin siap menghadapi tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan manufaktur berbasis teknologi di dalam negeri.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
