Sinergi Sastra dan Musik Jadi Magnet Baru Gen Z Memperkuat Literasi

Aries
Sinergi diskusi buku sastra dan pertunjukan musik di Blok S sukses gaet anak muda. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel – Rangkaian diskusi buku sastra yang dipadukan dengan pertunjukan musik independen sukses menyedot perhatian puluhan anak muda di kawasan Blok S. Perhelatan budaya ini hadir sebagai wadah ruang wicara yang segar bagi pencinta seni harian.

Kegiatan ini merupakan inisiatif toko buku dan komunitas Blooks lewat gelaran Rangkaian Diskusi Buku Sastra dan Penampilan Musik pada 29 Agustus hingga 12 September 2026. Inisiatif ini didukung penuh oleh Program Penguatan Komunitas Sastra dari Kementerian Kebudayaan guna memperkuat ekosistem literasi nasional. Kehadiran ruang diskusi publik berbasis komunitas ini membuktikan bahwa minat baca dan ruang pemikiran kritis di kalangan anak muda tetap bertumbuh pesat.

Panggung diskusi menghadirkan karya-karya berbobot dari sederet penulis berbakat, seperti Beni Satryo, Febi Indirani, hingga Andre Septiawan. Suasana dialog terasa makin hidup lewat pembedahan lirik lagu perjuangan bersama pengamat budaya Hikmat Darmawan serta Nuran Wibisono yang diselingi alunan musik Lamtagu.

Kolaborasi apik antara medium sastra, alunan musik, dan penguatan narasi sejarah perjuangan berhasil membangun ikatan emosional yang kuat dengan para pengunjung. Pendekatan interaktif ini dinilai efektif meruntuhkan kesan bahwa wacana sastra merupakan bahan diskusi yang kaku dan eksklusif.

Perwakilan penyelenggara, Thomas Aditya, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme anak-anak muda yang konsisten memadati tiap sesi pertemuan. "Diskusi buku seperti ini menjadi bukti kalau sastra bisa menjadi ajang anak-anak muda berkumpul," ujar Thomas dalam keterangannya, dikutip Rabu (16/9/2026).

Dukungan terhadap ruang pemikiran kreatif ini turut mendapat perhatian mendalam dari pucuk pimpinan Kementerian Kebudayaan RI, Fadli Zon. Fadli menegaskan bahwa eksistensi komunitas literasi di daerah merupakan fondasi utama dalam merawat serta melestarikan keberagaman wacana kebudayaan nasional.

"Komunitas sastra adalah penggerak utama ekosistem sastra, penghubung antara karya dan pembaca, serta wadah berkembangnya ragam wacana," jelas Fadli. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen terus memfasilitasi ruang-ruang kreatif agar dapat berperan optimal dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Penguatan jejaring komunitas kreatif berbasis toko buku independen ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai gerakan kebudayaan yang dinamis. Sinergi antara seni, sastra, dan ruang kumpul anak muda terbukti menjadi kombinasi tepat untuk merawat tradisi berfikir kritis di tengah arus digitalisasi.
 

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network