JAKARTA, iNewsTangsel - Perjalanan lintas pulau yang menempuh ribuan kilometer kini menjadi ajang pembuktian nyata bagi efisiensi dan keandalan kendaraan berteknologi modern, seperti jenis mobil SUV hybrid atau dual-energy. Mobil yang menggunakan mode tenaga mesin konvensional (BBM) dan listrik (EV) ini belakangan menjadi tren baru karena selain tangguh juga irit secara biaya operasional.
Hal ini menandai transformasi besar bagi industri otomotif dalam menyajikan standar baru pada aspek kenyamanan, keselamatan, hingga performa berkendara. Melalui pengujian di jalan raya, kendaraan tidak hanya dinilai dari spesifikasi di atas kertas, melainkan dari responsivitasnya di medan sebenarnya. Seperti pada agenda E5 Plus Indonesia Media Journey Jakarta–Bali yang berlangsung pada 21–24 September 2026.
Pada kegiatan ini DFSK E5 Plus ingin menghadirkan pengalaman berkendara nyata di berbagai rute jalanan Indonesia. Seluruh peserta yang mengikuti ekspedisi ini berkesempatan menguji secara langsung keandalan unit di berbagai lintasan, mulai dari jalan tol hingga jalur pegunungan. Pengalaman langsung ini dirancang khusus untuk memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian maupun jarak jauh.
"Kami ingin memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana kendaraan bekerja dan memberikan kenyamanan dalam kondisi nyata," ujar Franz Wang, COO PT Sokonindo Automobile, dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Konsep Dual-Energy yang memadukan tenaga listrik dan mesin bensin memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengemudi saat menempuh perjalanan jarak jauh. Filosofi penggunaan listrik untuk harian dan hybrid untuk rute antarkota menjadi jawaban atas efisiensi energi tanpa rasa khawatir akan jarak tempuh.
Keunggulan kualitas kendaraan premium ini tidak lepas dari proses produksi presisi berteknologi tinggi pada fasilitas manufaktur modern berbasis robotik. Penerapan standar industri 4.0 dengan tingkat otomasi yang sangat tinggi menjamin kepresisian serta ketahanan unit di setiap medannya.
Perjalanan yang berakhir di Pulau Dewata ini menjadi awal dari ekspansi pemasaran ke berbagai wilayah strategis di seluruh Indonesia.
Editor : Aris
Artikel Terkait
