Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu, Puji Widodo, menilai komunitas opang memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Karena itu, pendampingan terhadap komunitas tersebut perlu dilakukan agar mereka semakin mudah mengakses layanan keuangan modern.
“Komunitas ojek pangkalan memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. Melalui kegiatan edukasi dan pendampingan ini, Pegadaian Area Cirendeu hadir untuk mempermudah akses mereka terhadap ekosistem pembiayaan dan investasi emas,” jelas Puji Widodo.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan layanan digital, termasuk aplikasi Pegadaian Digital dan layanan Tring!. Pemanfaatan layanan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat melakukan transaksi keuangan secara lebih mudah, aman, cepat, dan terencana.
Selain layanan digital, peserta dikenalkan dengan tabungan emas sebagai salah satu pilihan investasi yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan keuangan masing-masing. Edukasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengemudi opang untuk mulai membangun kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk kebutuhan masa depan.
Penguatan literasi keuangan juga dinilai relevan dengan aktivitas ekonomi para pengemudi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dengan pengelolaan pendapatan yang lebih baik, pengemudi diharapkan mampu menjaga kestabilan keuangan rumah tangga sekaligus mempertahankan aktivitas ekonomi mereka.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
