Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan obat penghilang nyeri ketika keluhan terus berulang. Obat tersebut dapat meredakan gejala sementara, tetapi tidak mengatasi penyebab penyakit.
Diagnosis RA juga tidak dapat ditentukan hanya melalui satu pemeriksaan. Dokter akan mempertimbangkan gejala, pemeriksaan fisik, tes darah seperti Rheumatoid Factor (RF) dan anti-CCP, serta pencitraan bila diperlukan.
“Rheumatoid Factor yang negatif tidak otomatis berarti seseorang tidak mengalami Rheumatoid Arthritis. Ada kondisi Rheumatoid Arthritis seronegative,” jelasnya.
Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mengendalikan peradangan serta mencegah kerusakan sendi permanen. Masyarakat disarankan segera berkonsultasi jika nyeri sendi menetap atau berulang, terutama bila disertai bengkak, kekakuan pagi hari, keterbatasan gerak, atau mengenai beberapa sendi sekaligus.
“Jangan menunggu sampai bentuk sendi berubah atau aktivitas sehari-hari terganggu. Cari tahu penyebab nyeri sendi sejak awal,” kata dr. Sandra.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
