JAKARTA, iNewsTangsel.id — Pelarian panjang MR, gembong narkoba yang akrab disapa "Bos Gendut", akhirnya kandas di tangan aparat Badan Narkotika Nasional (BNN). Buronan kawakan penyedia 98 kilogram sabu yang beroperasi di Kampung Bahari, Jakarta Utara ini ditangkap di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, pada Rabu (12/8/2026) malam.
Penangkapan tersebut bermula dari pengintaian ketat yang dilakukan tim BNN. Petugas secara diam-diam membuntuti pergerakan Bos Gendut sejak ia keluar dari markas utamanya di Kampung Bahari menuju wilayah Mangga Besar.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, mengonfirmasi bahwa tersangka tidak ditangkap sendirian. Petugas mengamankannya bersama seorang rekan yang saat ini juga tengah menjalani pemeriksaan intensif di markas BNN.
Menurut Roy, Bos Gendut merupakan figur utama di balik jaringan peredaran gelap narkoba Kampung Bahari. Nama MR sebenarnya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak pengungkapan kasus kepemilikan 98 kilogram sabu, senjata api, serta batangan emas pada 7 November 2025 lalu.
Diringkus Hingga ke Akar Finansial
Tak berhenti pada penangkapan fisik, BNN bergerak cepat mengusut dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk memiskinkan gembong narkoba tersebut. Dari hasil penelusuran aliran dana haram, penyidik mengamankan uang tunai sebesar Rp1,277 miliar serta memblokir dan menyita deretan aset berharga lain milik MR yang nilainya diperkirakan mencapai Rp39,95 miliar.
Pemeriksaan terhadap Bos Gendut kemudian membuka kotak pandora jaringan bisnisnya. Berdasarkan pengakuan tersangka mengenai keterlibatan sejumlah nama lain, BNN bersama Polda Metro Jaya langsung menggelar operasi penggerebekan berskala besar di Kampung Bahari pada Kamis (13/8/2026) pagi.
Dari penyisiran di lokasi tersebut, tim gabungan menyita beraneka barang bukti, mulai dari tembakau gorilla, pasokan uang tunai, senjata api beserta amunisi aktif, senjata tajam jenis samurai, deretan telepon genggam, hingga unit mobil.
Perlawanan Sengit Loyalis Kampung Bahari
Operasi penggerebekan di Kampung Bahari tidak berjalan tanpa kendala. Kedatangan petugas sempat mendapat perlawanan sengit dari para loyalis dan anak buah Bos Gendut yang bertahan di kawasan tersebut.
Bentrokan tak terhindarkan hingga menyebabkan seorang anggota Polri mengalami luka-luka di area bawah mata akibat serangan massa. Meski sempat memanas, aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi dan membekuk dua orang pelaku perlawanan di lokasi, melengkapi penangkapan Bos Gendut yang sudah dieksekusi lebih awal.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
