Inovasi Agentic Trading di Indonesia, Fitur AI Kini Bisa untuk Transaksi Saham dan Kripto

Aries
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) kini mulai merambah industri pasar modal dan aset digital nasional. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) kini mulai merambah industri pasar modal dan aset digital nasional melalui integrasi fitur Agentic Trading. Fitur baru ini memungkinkan investor ritel menghubungkan akun investasi mereka dengan asisten AI popular seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini.

Melalui sistem tersebut, para pelaku pasar dapat melancarkan dialog interaktif untuk memeriksa kondisi portofolio, menganalisis pasar, hingga merancang transaksi. Akses layanan tersebut saat ini masih dibuka dalam tahap uji coba terbatas (beta) dan diproyeksikan meluncur secara publik pada pertengahan Agustus 2026.

Inovasi ini menyatukan proses riset dan eksekusi pasar dalam satu sesi percakapan. Berbeda dari chatbot biasa, teknologi ini menerapkan skema pengamanan transaksi berjenjang yakni Propose, Confirm, lalu Execute.

“Selama ini, analisis investasi berkualitas tinggi hanya menjadi hak istimewa segelintir orang di institusi finansial profesional atau pemegang langganan riset mahal. Integrasi AI ini hadir untuk memperluas aksesibilitas analisis pasar secara lebih merata bagi masyarakat,” ujar Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026). 

Platform yang baru saja dirilis di fitur Pluang ini memungkinkan pemberian instruksi berbasis bahasa sehari-hari guna mengeksekusi order pasar maupun limit order pada instrumen saham, emas, hingga crypto futures. Pengguna juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk membedah laporan keuangan perusahaan serta menguji (backtest) strategi investasi menggunakan data historis.

Guna mengantisipasi risiko kemandirian sistem, platform menegaskan bahwa fitur ini bukan merupakan robot pemintas (trading) otomatis yang beroperasi tanpa pengawasan. Setiap instruksi beli atau jual diwajibkan melewati konfirmasi manual pengguna serta dilindungi oleh pembatasan nilai transaksi harian dan enkripsi token sekali pakai.

“Bagi kami, tantangan terbesarnya bukan bagaimana membuat AI bisa memasang order, melainkan bagaimana membangun sistem pengaman yang dapat mencegah transaksi salah atau tanpa izin,” tutur Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas.

Pengembang mengingatkan bahwa seluruh wawasan pasar yang dihasilkan AI bukan merupakan rekomendasi investasi mengikat maupun jaminan keuntungan pasti. Investor ritel diimbau untuk tetap mengedepankan verifikasi data mandiri sebelum mengambil keputusan finansial di pasar berisiko tinggi.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network