Pembiayaan UMKM Tembus Rp6,2 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi

Denny Pohan
Suasana pameran UMKM di Jakarta. Foto dok iNews

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna Henky Suryaputra mengatakan likuiditas yang memadai menjadi salah satu faktor yang mendukung penyaluran kredit. Dana murah atau CASA dari giro dan tabungan mencapai Rp2,6 triliun dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 87,93 persen.

“Bank Sampoerna terus beradaptasi di tengah kondisi ekonomi dan sektor UMKM yang penuh tantangan. Prioritas utama kami adalah menjaga keseimbangan antara pengelolaan risiko dan tingkat kepercayaan masyarakat,” ujar Henky, Minggu (30/8/2026).

Dari sisi kualitas aset, margin bunga bersih (NIM) pada semester I 2026 berada di level 3,95 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat 3,57 persen. Angka tersebut berada di bawah rata-rata NPL UMKM industri sebesar 4,54 persen berdasarkan data OJK pada periode yang sama.

Selain pembiayaan, pengembangan ekosistem digital menjadi salah satu fokus pertumbuhan. CEO Bank Sampoerna Ali Yong mengatakan layanan Bank as a Service (BaaS) menjadi salah satu mesin pertumbuhan perseroan.

Sepanjang kuartal II 2026, transaksi BaaS mencapai lebih dari 906 juta transaksi, melonjak 513,39 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sekitar 147 juta transaksi. Sementara volume transaksi hingga akhir Juni mencapai Rp168,7 triliun, tumbuh 187 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network