Entrepreneurship Jadi Pendekatan Pendidikan Hadapi Tantangan Dunia Kerja ‎

Elva
Pengukuhan kepemimpinan UC Jakarta. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Perubahan teknologi dan dinamika dunia kerja mendorong perguruan tinggi untuk menyiapkan lulusan dengan kemampuan yang lebih luas. Tidak hanya penguasaan akademik, mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi, serta menciptakan solusi sebagai bekal memasuki dunia profesional.

‎"Pendidikan entrepreneurship menjadi salah satu perhatian kami dalam pengembangan Universitas Ciputra (UC) Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada September 2026," kata Rektor UC Surabaya, Prof. Wirawan E.D. Radianto usai Pengukuhan kepemimpinan UC Jakarta, Sabtu (29/8/2026). 

‎Ia menjelaskan, pendekatan pendidikan berbasis entrepreneurship tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak mahasiswa menjadi pelaku usaha, tapi juga membangun pola pikir agar mampu mengenali peluang dan merespons berbagai persoalan.

‎"Karakter Jakarta sebagai pusat bisnis, teknologi, industri kreatif, dan aktivitas ekonomi nasional membuat pendekatan pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan ekosistem setempat," ujarnya.

‎Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Untuk itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta menciptakan nilai di tengah perubahan yang berlangsung cepat.

‎“Entrepreneurship tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membangun bisnis, tapi juga sebagai pola pikir untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, menciptakan solusi, beradaptasi, dan menghasilkan nilai,” imbuhnya.

‎Ia mengungkapkan, dalam penerapannya, nilai-nilai entrepreneurship tidak hanya diberikan melalui mata kuliah khusus. Pendekatan tersebut juga dapat diintegrasikan ke dalam mata kuliah di berbagai program studi sehingga mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan kewirausahaan sejak awal masa perkuliahan.

‎Mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang kewirausahaan dapat diarahkan untuk mengembangkan gagasan atau proyek secara bertahap. Proses tersebut tetap berjalan beriringan dengan pembelajaran akademik," terangnya.

‎Ia menilai, pendekatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, memahami persoalan, dan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan kebutuhan nyata di masyarakat maupun dunia kerja.

‎"Pengalaman praktis juga menjadi salah satu unsur penting dalam pendidikan yang berorientasi pada kesiapan kerja. Kegiatan magang menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan profesional sekaligus memahami persoalan yang dihadapi berbagai sektor industri," paparnya.

‎Pengalaman tersebut, lanjutnya, dapat berlangsung lebih dari satu semester dan membuka kesempatan mahasiswa untuk berinteraksi dengan lingkungan kerja di dalam maupun luar negeri. Sementara itu, perkembangan teknologi membuat perguruan tinggi juga perlu memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara kritis dan bertanggung jawab.

‎"Pemanfaatan generative AI dalam pembelajaran, misalnya, dapat diarahkan untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan alternatif, meningkatkan produktivitas, serta membantu mahasiswa dalam proses penciptaan solusi. Namun, penggunaan teknologi tetap perlu disertai kemampuan analisis," ucapnya.

‎Campus Director UC Jakarta Prof. Christina Eviutami Mediastika menambahkan, pendidikan entrepreneurship di kampus ini tidak hanya diberikan melalui mata kuliah khusus. Nilai-nilai kewirausahaan juga diintegrasikan ke dalam berbagai mata kuliah dan dikembangkan sejak mahasiswa berada di semester awal.

‎"Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa yang memiliki minat dan bakat kewirausahaan untuk mengembangkan gagasannya secara bertahap. Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak,” katanya.

‎Menurut Christina, generasi mahasiswa saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Karena itu, proses pendidikan perlu memberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi dan bereksperimen.

‎"Kehadiran kampus ini diharapkan dapat memperluas interaksi mahasiswa dengan dunia profesional, pelaku usaha, komunitas, maupun institusi lainnya," pangkasnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network