“Melalui kerja sama strategis berbasis layanan BaaS dengan lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya, Bank Sampoerna tidak saja memperluas akses layanan perbankan hingga ke pelosok Tanah Air, tetapi juga memperkuat posisi permodalan perusahaan dan kemampuan untuk menyalurkan pembiayaan,” kata Ali.
Menurut Ali, inovasi dan keandalan infrastruktur serta sistem keamanan menjadi faktor penting dalam memperluas pemanfaatan layanan digital bagi UMKM dan masyarakat. Layanan yang banyak digunakan antara lain pembayaran QRIS, virtual account, serta transfer dana host-to-host.
Kinerja tersebut berjalan seiring dengan pencapaian laba bersih setelah pajak sebesar Rp15,9 miliar hingga Juni 2026, meningkat 41,29 persen secara tahunan dari Rp11,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
