TANGERANG, iNewsTangsel - Ajang pameran waralaba dan lisensi bisnis IFRA 2026 resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Jumat (28/8/2026). Pameran ini sebagai wadah pertemuan strategis antar-pelaku usaha lintas negara. Momentum tahunan ini menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring investasi serta memperkuat kolaborasi perdagangan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam gelaran tahun ini, pihak Department of International Trade Promotion (DITP) Kementerian Perdagangan Thailand memboyong sembilan jenama pilihan untuk dijajakkan kepada calon investor lokal. Kehadiran delegasi tersebut difokuskan pada sektor kuliner F&B yang mendominasi, di samping penyediaan layanan bisnis dan gaya hidup.
Deputy Director of Thai Trade Center Jakarta, Nassaree Pathan, menjelaskan bahwa keikutsertaan ini bertujuan untuk menghubungkan pemilik usaha secara langsung dengan para mitra potensial di Indonesia. "Kami menjadi jembatan untuk menghubungkan pengusaha Thailand dengan investor Indonesia, termasuk melalui skema business matching," ujar Nassaree, dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Proses kurasi ketat telah dilakukan guna memastikan seluruh produk yang diboyong memiliki kesesuaian dengan standar regulasi serta karakter konsumsi masyarakat di tanah air. Kepemilikan sertifikasi halal serta penyesuaian aturan lokal menjadi fokus utama agar ekspansi bisnis dapat berjalan secara harmonis.
Potensi pasar domestik yang berukuran besar dengan pertumbuhan kelas menengah yang masif dinilai menjadi daya tarik utama bagi masuknya konsep bisnis dari mancanegara. Perubahan tren konsumsi masyarakat modern kini semakin mengedepankan aspek kualitas mutu, reputasi jenama, serta kepraktisan operasional.
Director of Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, menyoroti luasnya peluang kemitraan yang dapat dikembangkan di luar sektor makanan dan minuman. "Indonesia adalah salah satu pasar waralaba paling menarik di Asia Tenggara, didorong oleh populasi yang besar dan pengeluaran konsumen yang kuat," ungkap Hataichanok.
Proses adaptasi bisnis antarnegara dipastikan membutuhkan pemahaman mendalam terkait aturan perizinan, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi pengelolaan operasional digital. Kolaborasi erat bersama mitra lokal yang memahami dinamika pasar domestik menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Melalui ruang penjajakan kerja sama yang terstruktur, ajang ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pameran produk semata. Sinergi ekonomi yang terbangun diyakini mampu memperkuat fondasi hubungan komersial sekaligus pertukaran budaya jangka panjang antar kedua negara.
Editor : Aris
Artikel Terkait
