PAMULANG, iNewsTangsel - Perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat menuntut adanya penguatan benteng mental dan karakter bagi generasi muda di Kota Tangerang Selatan. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendorong integrasi literasi digital dan edukasi nilai moral untuk membentengi remaja dari ancaman pergaulan bebas serta krisis kesehatan emosional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, menilai krisis mental remaja saat ini berakar dari pergeseran pola komunikasi akibat ketergantungan gawai. "Ketergantungan terhadap gawai telah mengubah pola interaksi sosial secara radikal dari komunikasi tatap muka yang hangat menjadi interaksi artifisial," ujar Asep dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Paparan konten negatif di media sosial serta pencarian validasi instan di dunia maya kerap memperlebar jurang komunikasi antara anak dan orang tua di dalam rumah. Fenomena alienasi emosional ini dinilai sangat rentan memicu kecemasan berlebih, stres, hingga mendorong remaja terjerumus ke dalam lingkaran pergaulan yang salah.
Merespons kondisi tersebut, Diskominfo Tangsel berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengintensifkan program character building dan pemahaman literasi secara masif. Langkah preventif ini bertujuan untuk memberikan edukasi agar remaja tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi global yang minim filter etika.
Asep mengimbau agar para pelajar dapat membentengi diri mereka secara mandiri dengan berani menolak segala bentuk perundungan, senjata tajam, dan penyimpangan perilaku. "Dalam diri generasi muda harus punya nilai dan jangan menjadi kertas kosong yang tidak punya nilai," tegas Asep.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk menjadi pribadi yang berkualitas dan berintegritas sepenuhnya berada di tangan masing-masing individu. Pemerintah daerah bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan sarana edukasi, sementara eksekusi keputusan terbaik berada pada kontrol diri para remaja itu sendiri.
Perlindungan kesehatan mental serta karakter anak bangsa dipastikan tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sinergi yang solid antara lingkungan keluarga, tenaga pendidik di sekolah, dan Pemkot Tangsel menjadi kunci utama keberhasilan program perlindungan ini.
Editor : Aris
Artikel Terkait
