Menjaga Tradisi di Perantauan, Budaya Banyumasan Hadir di Jabodetabek

Hasiholan
Budaya Banyumasan tidak hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dihadirkan dalam kehidupan masyarakat masa kini. (Foto: Hasiholan).

Kuliner juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya Banyumasan. Sroto, mendoan, dawet, getuk, pecel, dan serabi hadir sebagai bagian dari pengalaman budaya yang ditawarkan kepada pengunjung.

Bagi masyarakat perantauan, makanan tersebut bukan sekadar hidangan. Cita rasa tradisional menjadi pengingat terhadap lingkungan sosial dan kebiasaan yang ditinggalkan ketika berpindah ke kota besar.

Sekitar 10–15 pelaku UMKM Banyumasan turut terlibat dalam kegiatan, terutama pada akhir pekan. Kehadiran mereka memperlihatkan bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi masyarakat daerah.

Perwakilan Tanabambu, Jeje, mengatakan Pesta Rakyat Banyumas dirancang sebagai ruang untuk menghadirkan kembali suasana kampung halaman bagi masyarakat Banyumas Raya di Jabodetabek. “Pesta Rakyat Banyumas kami hadirkan bukan hanya sebagai sebuah event, tetapi sebagai ruang untuk menghadirkan kembali rasa kampung halaman,” ujar Jeje, Minggu (30/8/2026).

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network