Menjaga Tradisi di Perantauan, Budaya Banyumasan Hadir di Jabodetabek

Hasiholan
Budaya Banyumasan tidak hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dihadirkan dalam kehidupan masyarakat masa kini. (Foto: Hasiholan).

Menurutnya, masyarakat dapat berkumpul, menikmati makanan khas, menyaksikan kesenian dan merasakan kembali suasana guyub serta rukun yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banyumasan.

Antusiasme masyarakat membuat atmosfer Banyumasan di Tanabambu diperpanjang hingga 30 September 2026. Dekorasi dan suasana Kampung Jawa tetap dipertahankan setelah rangkaian utama yang berlangsung sepanjang Agustus.

Perpanjangan tersebut menjadi kesempatan untuk menjaga ruang perjumpaan budaya sekaligus memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk mengenal tradisi Banyumasan.

Rangkaian utama Pesta Rakyat Banyumas mencapai puncaknya pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan masyarakat, komunitas seni dan pelaku UMKM. Seluruh kegiatan terbuka bagi masyarakat tanpa tiket masuk.

Melalui kegiatan ini, budaya Banyumasan tidak hanya ditempatkan sebagai warisan masa lalu, tetapi dihadirkan dalam kehidupan masyarakat masa kini. Kuliner, seni pertunjukan, komunitas dan ruang berkumpul menjadi cara untuk menjaga tradisi tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Editor : Hasiholan Siahaan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network