Industri Kriya Indonesia Masuk Era Teknologi, Ini yang Disiapkan INACRAFT 2026

Ire Djafar
Sekitar 900 peserta dari berbagai daerah dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Foto Ire Djafar

Project Officer INACRAFT October 2026 Syamsul Huda mengatakan penerapan teknologi akan diperkenalkan melalui sejumlah inovasi, termasuk pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan lilin batik, modernisasi proses tenun, serta pengembangan pengolahan keramik dan kayu.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah, namun tetap mempertahankan karakter serta keterampilan tradisional yang menjadi bagian dari kriya Indonesia.

INACRAFT juga menggandeng sejumlah lembaga riset dan pendidikan, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Seni Indonesia (ISI). Kolaborasi tersebut mencakup pembahasan mengenai material baru, pewarna alami, teknologi produksi, pemanfaatan limbah, desain dan pengembangan produk.

Generasi muda menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan INACRAFT October 2026. Melalui konsep Youthpreneurs, pelaku muda didorong mengembangkan kriya dengan pendekatan teknologi digital, desain dan model bisnis yang lebih adaptif.

Perubahan juga menyentuh aktivitas perdagangan. INACRAFT menyiapkan peta digital interaktif untuk membantu pengunjung menemukan lokasi stan dan berpindah antarruang pameran. Platform perdagangan digital juga dilibatkan untuk memperluas pemanfaatan kanal digital dalam pemasaran produk kriya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network