Karies Masih Tinggi, Menjaga Kesehatan Gigi Tak Cukup Hanya Rajin Menyikat

Elva
Seorang perempuan sedang merawat kesehatan gigi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Data Kementerian Kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan 41,9 persen peserta dewasa mengalami karies atau gigi berlubang. Temuan tersebut menjadi gambaran, gangguan kesehatan gigi masih banyak ditemukan di masyarakat.

‎Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle menjelaskan, perawatan gigi dan mulut kini tak hanya berkaitan dengan penampilan, tapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh. Namun, tingginya kasus gigi berlubang menunjukkan kebiasaan menjaga kesehatan oral masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan.

‎"Karies terjadi ketika bakteri di dalam plak memetabolisme gula dan menghasilkan asam yang secara bertahap dapat merusak struktur gigi. Tanpa perawatan yang baik, proses tersebut dapat berkembang menjadi lubang pada gigi dan menimbulkan nyeri maupun gangguan fungsi," katanya, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

‎Karena itu, lanjutnya, menjaga kebersihan gigi tidak semestinya hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Menyikat gigi secara rutin dengan pasta gigi berfluoride, membersihkan sela-sela gigi, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan bagian penting dari pencegahan.

‎"Selain karies, masalah kesehatan mulut juga dapat berkaitan dengan bau mulut atau halitosis," tegasnya.

‎Kementerian Kesehatan menyebut kebersihan mulut yang kurang terjaga, plak, karies, gingivitis, dan periodontitis sebagai sejumlah faktor lokal yang dapat memicu bau mulut.

‎"Kondisi tersebut menunjukkan, perawatan oral care perlu mencakup lebih dari sekadar menjaga warna atau tampilan gigi. Kebersihan gusi, lidah, sela gigi, serta pengendalian plak turut berperan dalam menjaga kesehatan rongga mulut," imbuhnya.

‎Ia memaparkan, sejumlah bahan yang digunakan dalam produk perawatan gigi juga memiliki fungsi berbeda. Baking soda, misalnya, dapat digunakan sebagai bahan abrasif ringan dalam pasta gigi untuk membantu membersihkan noda permukaan.

‎"Sementara itu, bahan seperti pyrophosphate dapat membantu mengendalikan pembentukan noda atau kalkulus pada permukaan gigi. ‎Namun, efek pembersihan noda tidak sama dengan pencegahan karies," ujarnya.

‎Menurutnya, pencegahan gigi berlubang tetap berkaitan erat dengan pengendalian plak, paparan fluoride, pola konsumsi gula, serta kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut juga semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap personal care.

‎"Perawatan gigi tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan ketika mengalami sakit gigi, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas kesehatan sehari-hari. Apalagi, pada pasta gigi usmile Strength White yang mengombinasikan dengan calcium carbonate membantu memoles gigi, sehingga mengembalikan kecerahan natural gigi," pungkasnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network