PAMULANG, iNewsTangsel - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar 292 ribu pelajar di Tangerang Selatan mengungkapkan fakta medis yang sangat mengejutkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, risiko anemia dan masalah kesehatan gigi menjadi temuan dominan yang paling mendominasi.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengonfirmasi langsung proporsi angka temuan medis tersebut secara detail. "Dari 292 ribu pelajar yang melaksanakan CKG, 13 persen di antaranya mengalami anemia dan urutan kedua adalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang," kata dia dalam keterangan, Jumat (18/9/2026).
Selain anemia dan masalah gigi, tim medis juga menemukan adanya gejala kecemasan ringan serta penurunan ketajaman penglihatan pada para siswa. Benyamin menegaskan bahwa kondisi ini bukan merupakan penyakit kronis, melainkan risiko kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas belajar anak.
Kasus kekurangan darah ini tercatat lebih banyak mengintai pelajar perempuan akibat siklus biologis bulanan. Sementara itu, kecemasan ringan dipicu oleh tekanan psikologis harian seperti ketakutan menghadapi tugas sekolah hingga kekhawatiran dimarahi orang tua.
Masalah penurunan ketajaman penglihatan para siswa ditengarai kuat akibat kebiasaan buruk menatap layar telepon seluler dari jarak dekat. Efek dominonya membuat pelajar kesulitan membaca tulisan di papan tulis kelas sehingga mengganggu efektivitas proses pembelajaran harian.
Menanggapi empat ancaman kesehatan tersebut, Pemerintah Kota Tangsel langsung mengambil tindakan cepat melalui penggalangan gerakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) serentak. "Kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri ya, minum tablet tambah darah ini," kata Benyamin menekankan pentingnya kesadaran mandiri para siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr Allin Hendalin Mahdaniar menegaskan bahwa intervensi anemia pada remaja putri merupakan langkah krusial sebelum mereka memasuki jenjang pernikahan. Langkah preventif jangka panjang ini dinilai efektif untuk menekan angka risiko melahirkan anak stunting di masa depan.
"Sebenarnya ini upaya kita dari dulu ya, bagaimana remaja ini tidak mengalami anemia sehingga, nanti dia bisa melahirkan juga generasi-generasi yang sehat gitu," demikian Allin.
Editor : Aris
Artikel Terkait
