JAKARTA, iNewsTangsel.id - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya ancaman keamanan digital mendorong kebutuhan terhadap literasi teknologi yang tidak sekadar berorientasi pada kemampuan menggunakan perangkat. Masyarakat juga dituntut memahami cara kerja teknologi, risiko yang menyertainya, serta penggunaannya secara bertanggung jawab.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026, festival teknologi yang mempertemukan bidang Cyber Security dan Artificial Intelligence (AI) dalam satu ekosistem pembelajaran.
Mengusung tema “Ecosystem Protocol – An Ecosystem that Thinks, Builds, and Grows Together”, kegiatan ini melibatkan mahasiswa, akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum melalui berbagai aktivitas interaktif.
Berbeda dengan forum teknologi yang dominan berupa seminar, CIPHER 2026 menggunakan konsep Community-Oriented Showcase atau Hive. Pengunjung dapat mengikuti showcase, workshop, talks, hingga berbagai tantangan teknologi yang dirancang dalam lingkungan simulasi.
“Melalui CIPHER, kami ingin menunjukkan bahwa computer science bukan hanya tentang bagaimana menciptakan teknologi, tetapi juga bagaimana memahami teknologi tersebut secara kritis dan menggunakannya untuk memberikan solusi,” ujar Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dean of School of Computer Science BINUS University, Jumat (18/9/2026).
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
