Sukses Integrasikan Data Pajak dan Lahan, SISGITA Tangsel Direplikasi 58 Daerah

Vitrianda Hilba Siregar
Sebanyak 58 pemda resmi menjalin kerja sama untuk mengadopsi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) buatan Pemkot Tangsel. Foto: Ist

Data Sertifikat Resmi Jadi Patokan Utama

Penggunaan data sertifikat tanah dari BPN dinilai jauh lebih akurat ketimbang dokumen lama seperti girik atau Letter C. “Ketika kita bikin sertifikat, maka kemudian kita tahu ukuran terkini dan itu adalah yang paling akurat,” ujar Benyamin.

Di Tangsel, terdapat lebih dari 492 ribu objek pajak PBB-P2 yang perlu diverifikasi secara berkala. Pemkot Tangsel masih menghitung dampak finansial terhadap kenaikan PBB-P2 maupun BPHTB karena penerapan sistem ini masih berstatus tahap awal.

Bakal Dilengkapi Fitur 3D

Ke depan, SISGITA akan dikembangkan menggunakan teknologi tiga dimensi (3D) untuk mengukur volume fisik bangunan secara detail.

“Nanti kita akan melakukan pengembangan dengan sistem tiga dimensi atau 3D supaya terukur juga berapa luas bangunan, panjang kali lebar kali tinggi, bahkan BPN punya sampai luas ruangnya,” kata Benyamin.

Untuk mendukung sinkronisasi data harian, Pemkot Tangsel bersama BPN telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network