JAKARTA, iNewsTangsel.id – Komitmen filantropi berbasis pemberdayaan ekonomi terus digelorakan melalui peresmian Program Sedekah Produktif Batch 8 di Pesantren Al Muhajirin, Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Inisiatif dari masjid perkantoran modern ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekosistem pesantren melalui pengembangan unit usaha peternakan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya memberikan bantuan pasif, melainkan memfasilitasi kebutuhan secara holistik. Setiap penerima manfaat mendapatkan pembangunan fasilitas kandang, penyediaan bibit ternak unggul, hingga pelatihan manajemen pengelolaan usaha agar unit bisnis yang dijalankan mampu tumbuh secara berkesinambungan.
Keberhasilan program pemberdayaan ini juga didukung oleh kolaborasi strategis bersama Unit Pengumpul Zakat Dompet Kemanusiaan (UPZDK) PermataBank Syariah. Kemitraan ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi dana sosial Islam dan lembaga keuangan syariah mampu menciptakan model bisnis yang tangguh bagi masyarakat.
Perwakilan UPZDK PermataBank Syariah, Yurandiza Kesuma, mengapresiasi skema keberlanjutan yang diterapkan dalam program ini.
"Di sini kita lihat, skema yang dipersiapkan adalah skema yang berkelanjutan, saling bantu-membantu, dan juga bersinergi," ungkap Yurandiza dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10/2026).
Ia menambahkan, ekosistem ekonomi Islam akan semakin solid ketika pengelola dana sosial, lembaga syariah, dan pesantren saling menguatkan. Menurutnya, pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi produktif.
Melalui penyediaan aset dan pendampingan teknis yang terukur, instrumen sedekah berhasil diubah menjadi modal kerja bernilai tambah tinggi. Langkah ini menggeser paradigma bantuan konvensional menuju aksi pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata dan inklusif.
Memasuki gelombang kedelapan, Program Sedekah Produktif diharapkan dapat terus meluas ke berbagai pesantren di Indonesia, sekaligus memperkuat peran rumah ibadah sebagai katalisator penggerak ekonomi umat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
