JAKARTA, iNewsTangsel.id - Stimulasi sentuhan melalui pijat bayi dapat menjadi bagian dari perawatan harian untuk mendukung tumbuh kembang anak. Selain membantu bayi merasa nyaman, pijat yang dilakukan dengan tepat dapat mendukung perkembangan motorik, kualitas tidur, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak.
Managing Director Brand Creative Content & Communication Cosmetics, Consumers & Health Care Tempo Scan Group, Audrey Gandadjaja mengatakan, selama ini, edukasi kesehatan anak di masyarakat masih banyak menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan gizi.
"Padahal, stimulasi yang diberikan melalui interaksi fisik dan sentuhan lembut juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengasuhan bayi," katanya, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, dari Publikasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, pijat bayi berpotensi memberikan manfaat bagi proses penyerapan nutrisi dan perkembangan anak. Meski demikian, pijat bayi bukan pengganti pemenuhan gizi, pemantauan pertumbuhan, maupun pemeriksaan kesehatan rutin.
"Pemberian stimulasi sentuhan juga perlu memperhatikan kondisi dan respons bayi. Pijatan sebaiknya dilakukan secara lembut ketika bayi dalam keadaan tenang, dengan menghindari tekanan berlebihan. Jika bayi menunjukkan rasa tidak nyaman, menangis terus-menerus, atau menolak sentuhan, pijatan perlu dihentikan," ungkapnya.
Ia menerangkan, keterbatasan informasi dan panduan yang tepercaya masih menjadi tantangan bagi sebagian orang tua. Edukasi mengenai teknik pijat yang tepat dibutuhkan agar ibu dapat memberikan stimulasi secara aman sekaligus memahami kebutuhan anak.
"Kebutuhan akan edukasi dan pendampingan bagi ibu menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan gerakan My Baby menghadirkan SATU HATI: Sentuhan Lembut Anak Sehat Indonesia. Melalui gerakan tersebut, rangkaian kegiatan Posyandu digelar di 10 titik di Indonesia dengan melibatkan lebih dari 3.000 ibu dan anak," imbuhnya.
Menurutnya, kegiatan ini berkolaborasi dengan pengurus dan kader Posyandu setempat, ritel modern, serta pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan balita dan menyediakan ruang edukasi bagi orang tua.
"Edukasi yang diberikan antara lain mengenai pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi sentuhan dalam perawatan sehari-hari. Selain memperkenalkan cara memberikan sentuhan yang lembut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya kedekatan emosional dalam pengasuhan," ucapnya.
Ia menambahkan, pijat bayi dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk mengenali respons anak melalui sentuhan dan interaksi langsung. Namun, manfaatnya bergantung pada cara pelaksanaan, kondisi bayi, serta konsistensi pengasuhan secara keseluruhan.
"Karena itu, edukasi pijat bayi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai pemenuhan nutrisi, imunisasi, pemantauan berat dan panjang badan, serta deteksi dini apabila ditemukan gangguan tumbuh kembang," katanya.
Ia menilai, posyandu memiliki peran penting dalam mendukung upaya tersebut karena menjadi salah satu titik layanan kesehatan dasar yang dekat dengan masyarakat. Melalui pendampingan kader dan tenaga kesehatan, orang tua dapat memperoleh informasi mengenai perawatan bayi sekaligus berkonsultasi apabila memiliki kekhawatiran terhadap kondisi anak.
"Penguatan edukasi kesehatan anak di tingkat masyarakat diharapkan membantu orang tua memahami, tumbuh kembang optimal tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga membutuhkan stimulasi yang sesuai, lingkungan yang mendukung, dan pemantauan kesehatan secara berkala," pungkas Audrey.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
