TANGERANG, iNewsTangsel.id - Kebutuhan tenaga ahli di bidang teknik dan teknologi semakin meningkat seiring perkembangan industri digital dan semikonduktor di Indonesia. Penguatan pendidikan tinggi berbasis praktik dan kerja sama internasional dinilai penting untuk menyiapkan insinyur yang mampu memenuhi kebutuhan industri sekaligus bersaing di tingkat global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan tambahan sekitar 45% insinyur dari jumlah saat ini. Kebutuhan tersebut mencakup sekitar 150.000 insinyur untuk industri digital dan 15.000 insinyur untuk industri semikonduktor dalam enam tahun ke depan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pendidikan teknik terus dikembangkan melalui kolaborasi perguruan tinggi dengan institusi internasional dan dunia industri. Salah satu upaya itu diwujudkan melalui peresmian kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten (KEK ETKI Banten), BSD City, pada 19 Oktober 2026.
Kampus BINUS ASO School of Engineering tersebut merupakan hasil kerja sama BINUS University dengan ASO College Group Japan yang telah berlangsung sejak 2014. Kolaborasi ini menggabungkan pembelajaran akademik, praktik, dan pendekatan industri Jepang untuk mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Peresmian kampus tersebut dihadiri CEO BINUS Group Bernard Gunawan, President ASO College Group Yukata, Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia Ueno Atsushi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan, serta Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
