JAKARTA, iNewsTangsel.id - Gusi berdarah saat menyikat gigi kerap dianggap sebagai masalah ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya peradangan pada gusi akibat penumpukan plak dan perlu mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan mulut yang lebih serius.
Data Kementerian Kesehatan RI yang dipublikasikan pada Juni 2025 menyebutkan, sebanyak 12,4 persen peserta Program Cek Kesehatan Gratis mengalami masalah gusi saat program tersebut telah menjangkau hampir sembilan juta penduduk. Temuan itu menjadi pengingat bahwa kesehatan gusi perlu mendapat perhatian yang sama dengan kesehatan gigi.
Dokter gigi Zahrah Almira mengatakan, kebiasaan perawatan gigi dan mulut, termasuk area yang kerap terlewat saat membersihkan gigi. Biasanya orang mulai memperhatikan perawatan gigi karena ingin napas lebih segar atau gigi terlihat lebih putih.
"Sebenarnya, itu bisa menjadi awal yang baik, tetapi kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan. Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi pada masalah gigi dan gusi,” jelas drg. Zahrah, saat konferensi pers New Smile With Raditya Dika, di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
drg. Zahrah mengungkapkan, pada dasar perawatan sehari-hari mencakup menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit dengan pasta gigi berfluorida serta membersihkan sela gigi setiap hari.
"Saat menyikat, gunakan tekanan lembut dan bersihkan seluruh permukaan gigi, termasuk bagian luar, dalam, permukaan kunyah, dan gigi belakang. Selain itu, pemilihan produk dan alat pembersih perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi gigi dan gusi," imbuhnya.
Menurutnya, noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda. Jadi, penting untuk tahu apa yang ingin kita rawat dan apa fungsi produk yang dipilih.
"Kalau gusi sering berdarah, bengkak, atau bau mulut terus muncul, sebaiknya periksa ke dokter gigi agar penyebabnya bisa diketahui,” tambahnya.
Menurutnya, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai. Jadi, menjaga kebersihan gigi dan gusi dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Karena masalah pada gusi tidak selalu disertai rasa sakit. Sebagian orang baru menyadari adanya gangguan ketika muncul bau mulut yang menetap, gusi membengkak, atau perdarahan saat menyikat gigi," tegasnya.
Sementara itu, Country Director usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle menambahkan, ada banyak pulihan perawatan gigi dan mulut sesuai kebutuhan. Untuk itu, produk ini menghadirkan sistem perawatan gigi dan mulut yang lengkap untuk mendukung berbagai kebutuhan dan gaya hidup.
"Melalui rangkaian pasta gigi, sikat gigi elektrik, dan water flosser untuk perawatan sehari-hari. Apalagi setiap pasta gigi memiliki fokus manfaat yang berbeda, mulai dari kesegaran mulut dan perawatan noda sehari-hari," katanya.
Ia menegaskan, dengan memahami fungsi masing-masing produk, konsumen dapat memilih perawatan yang sesuai, baik untuk kesegaran napas, noda pada gigi, tampilan warna, perawatan enamel, maupun kebersihan gigi dan sela gigi.
“Kami ingin konsumen melihat manfaat inovasi kami dalam rutinitasnya. Sehingga masyarakat semakin memperhatikan kesehatan gigi dan mulut setiap hari," tutup Michelle.
Editor : Elva Setyaningrum
Artikel Terkait
