‎Strategi Pemasaran Baru Industri Minuman Lewat Komunitas Gim

Elva
Cosplayer yang tampil di acara Matcha Booyah Series. Foto Istimewa

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Persaingan bisnis minuman di Indonesia mendorong pelaku usaha mengembangkan strategi pemasaran di luar penjualan produk. Salah satunya melalui pendekatan komunitas dan kolaborasi dengan industri gim serta cosplayer untuk menjangkau konsumen muda sekaligus memperkuat posisi merek di pasar. ‎Strategi tersebut diterapkan Mixue Indonesia beekolaborasi dengan Free Fire dalam acara Matcha Booyah Series di Jakarta, akhir pekan lalu. Kegiatan ini menghadirkan turnamen gim, pertunjukan musik, dan aktivitas komunitas.

‎Kepala Hubungan Masyarakat dan Hubungan Pemerintah Mixue Indonesia, Valeria Linggoraharjo mengatakan, pemilihan gim tersebut didasarkan pada besarnya komunitas gim tersebut di Indonesia serta kesesuaian karakter penggunanya dengan target pasar perusahaan.

‎“Kami memilih bekerja sama dengan gim tersebut karena mereka memiliki komunitas yang sangat luas dan aktif di Indonesia. Segmen pelanggan gim tersebut didominasi oleh generasi muda, dan ini sangat beririsan dengan target pasar kami,” ujar Valeria, dalam keterangan, Selasa (27/10/2026). 

‎Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi salah satu pendekatan perusahaan untuk membangun kedekatan dengan konsumen melalui aktivitas yang sesuai dengan minat generasi muda. Apalagi, Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan bisnis perusahaannya di kawasan Asia Tenggara. 

‎"Kami pun berencana menghadirkan lebih banyak kegiatan yang relevan dengan konsumen muda, termasuk melalui industri gim. Makanya, tim Asia Tenggara kami akan terus mendukung dan menciptakan kegiatan-kegiatan yang lebih menarik untuk terus dekat dengan konsumen,” imbuhnya. 

‎Sementara itu, Chairman of the Board Mixue Group Zhang Hongchao menyatakan, perusahaan akan terus memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas operasional gerai, dan mengembangkan merek untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

‎“Kami terus memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas operasional gerai, dan mengembangkan merek untuk menghadirkan pengalaman konsumen yang lebih baik. Ke depan, kami akan melanjutkan upaya ini guna mendorong pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan,” tulis Zhang dalam Laporan Keuangan Interim 2026.

‎Ia menjelaskan, model waralaba memungkinkan perusahaan memperluas jangkauan pasar melalui mitra yang menjalankan gerai di berbagai wilayah. Namun, pertumbuhan jaringan tersebut juga membutuhkan dukungan operasional dan rantai pasok agar standar produk serta pelayanan tetap terjaga.

‎"Dukungan kami kepada mitra mencakup pemilihan lokasi, pelatihan, hingga operasional gerai. Kami juga mengandalkan sistem rantai pasok terintegrasi untuk mendukung ketersediaan bahan baku dan efisiensi usaha," katanya. 

‎Salah satu mitra yang telah bergabung selama empat tahun, Anggi megungkapkan, saat ini mengelola delapan gerai dan tengah mengembangkan tiga gerai tambahan.

‎Menurut pengalamannya, antusiasme konsumen, ketersediaan bahan baku, respons supervisor, dan dukungan promosi menjadi sejumlah aspek yang membantu kegiatan operasional gerai.

‎Mitra lainnya, Evi, yang juga telah menjalankan kemitraan selama empat tahun, menilai sistem operasional, inovasi produk, dan dukungan tim pusat turut berperan dalam keberlangsungan usahanya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network