Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi gambaran bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Hassan pun membagikan sejumlah kiat bagi siswa yang bercita-cita menjadi diplomat dan berkarier di dunia internasional. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan bahasa asing menjadi dua modal utama yang harus dipersiapkan sejak dini.
"Semua sangat tergantung pada dua. Satu, penguasaan keilmuannya. Makanya saya tekankan tadi kepada para siswa untuk selalu belajar, belajar, belajar. Yang kedua bahasa, bahasa Inggris penting. Tadi bagus-bagus bahasa Inggrisnya," ujarnya.
Selain bahasa Inggris, Hassan juga mendorong generasi muda mempelajari bahasa asing lainnya, seperti Mandarin, Jepang, dan Arab. Kemampuan tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih luas di tingkat internasional.
Dia menjelaskan, tantangan generasi muda saat ini berbeda dengan generasi Sumpah Pemuda 1928. Jika saat itu pemuda berjuang membangun identitas dan persatuan bangsa, generasi sekarang menghadapi persaingan yang semakin luas karena keterhubungan global.
Menurutnya, peluang karier generasi muda Indonesia kini tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga terbuka di berbagai negara.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
