Sektor Industri Makanan Jadi Primadona, Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Capai Rp40,15 T

Elva
Realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp40,15 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut menyumbang 43,22% dari total investasi Provinsi Banten. Foto: AI

TANGERANG, iNewsTangsel.id - Realisasi investasi di Kabupaten Tangerang mencapai Rp40,15 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut menyumbang 43,22% dari total investasi Provinsi Banten, sekaligus menempatkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di wilayah tersebut.

‎Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang Hendar Herawan mengatakan, sektor industri makanan menjadi kontributor terbesar dalam penanaman modal, dengan nilai investasi mencapai Rp2,99 triliun atau sekitar 26,95% dari total investasi pada triwulan III 2026.

‎"Tingginya realisasi investasi tersebut menunjukkan daya tarik Kabupaten Tangerang sebagai salah satu tujuan penanaman modal di Banten," katanya, Kamis (5/11/2026).

‎Menurutnya, capaian itu didukung iklim usaha yang kondusif serta sistem pelayanan perizinan yang mampu menunjang kebutuhan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

‎"Kabupaten Tangerang jadi tertinggi se-Provinsi Banten dengan total mencapai Rp40,15 triliun atau mendominasi 43,22% dari total keseluruhan investasi," ujarnya.

‎Secara khusus, lanjutnya, pada periode Juli hingga September 2026, realisasi investasi mencapai Rp11,10 triliun yang tersebar dalam 12.816 proyek.

‎Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi sumber investasi terbesar dengan nilai Rp8,18 triliun atau sekitar 74% dari total investasi. Penanaman modal domestik itu direalisasikan melalui 7.344 proyek.

‎"Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp2,91 triliun atau berkontribusi sekitar 26%. Investasi asing tersebut tersebar dalam 5.472 proyek," imbuhnya.

‎Menurutnya, dari sektor usaha, selain industri makanan, investasi cukup besar juga mengalir ke sektor jasa lainnya dengan nilai Rp1,91 triliun. Kemudian sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan investasi Rp1,44 triliun dari 487 proyek.

‎"Sektor industri mesin, elektronik, peralatan medis, instrumen listrik, presisi, optik, dan jam juga membukukan investasi Rp1,04 triliun melalui 663 proyek," terangnya.

‎Adapun industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menyumbang investasi sekitar Rp500 miliar yang tersebar dalam 505 proyek.

‎"Masuknya investasi tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan perkembangan sektor industri, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat," ucapnya.

‎Pada triwulan III 2026, sebanyak 22.353 tenaga kerja Indonesia terserap melalui berbagai proyek investasi yang berjalan di Kabupaten Tangerang.

‎"Gelombang investasi ini juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Tercatat ada tambahan 22.353 orang Tenaga Kerja Indonesia yang terserap pada triwulan ini," jelasnya.

‎Ia menambahkan, besarnya realisasi investasi tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang yang terus berkembang.

‎"Ke depan, pemerataan investasi antarsektor dan peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi aspek penting agar pertumbuhan ekonomi turut memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," tutupnya.

Editor : Elva Setyaningrum

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network