Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Panglima TNI Mutasi Besar-besaran 187 Jenderal Sekaligus, Kapuspen Diganti!
Advertisement . Scroll to see content

Dugaan Intervensi dalam Pilkada, Ketua DPP PDIP Usulkan Kepolisian Kembali di Bawah Panglima TNI

Jum'at, 29 November 2024 | 07:01 WIB
  • author Hasiholan
Dugaan Intervensi dalam Pilkada, Ketua DPP PDIP Usulkan Kepolisian Kembali di Bawah Panglima TNI
Deddy meminta agar Presiden Prabowo mengevaluasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, karena Listyo dinilai bertanggung jawab atas dugaan intervensi aparat kepolisian dalam Pilkada Serentak 2024. Foto Ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri, mengusulkan agar dilakukan kajian mengenai kemungkinan Kepolisian kembali berada di bawah kendali Panglima TNI atau Kementerian Dalam Negeri. Usulan ini muncul setelah adanya dugaan intervensi polisi dalam proses Pilkada.

"Kami sedang mendalami kemungkinan untuk mendorong agar Kepolisian Negara Republik Indonesia dikembalikan di bawah kendali Panglima TNI atau berada di bawah Kementerian Dalam Negeri," ujar Deddy pada Kamis (29/11/2024).

Deddy menambahkan bahwa peran kepolisian bisa difokuskan pada tugas-tugas seperti menjaga kelancaran lalu lintas, berpatroli demi keamanan masyarakat, serta memastikan warga dapat hidup dengan nyaman. "Ada juga bagian reserse yang bertugas menangani kasus-kasus kejahatan hingga pengadilan. Selain itu, tidak perlu ada peran polisi yang berlebihan," ujarnya.

Menurut Deddy, ada banyak institusi yang bisa digunakan untuk menegakkan hukum, sehingga kepolisian cukup fokus pada tugas utama mereka. "Ini adalah refleksi kami terhadap institusi kepolisian," lanjutnya.

Ia juga menyoroti banyaknya kasus yang perlu diselesaikan oleh Polri, daripada terlibat dalam urusan Pilkada. Selain itu, Deddy mengkritik aksi para Penjabat (PJ) Gubernur yang turut terlibat dalam dinamika Pilkada.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut