JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kecerdasan buatan (AI) menjadi senjata andalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan dan daya saing di era digital. Berdasarkan penelitian terbaru dari Salesforce, perusahaan terkemuka di bidang AI CRM, sebanyak 97 persen UMKM di Indonesia melaporkan peningkatan pendapatan setelah mengimplementasikan AI dalam bisnis mereka.
“Temuan ini merupakan hasil dari penelitian global SMB Trends yang melibatkan 3.350 pemimpin UMKM dari 26 negara, termasuk 150 pemimpin bisnis di Indonesia. Survei ini dilakukan pada 8–13 November 2024,” ujar Country Leader Salesforce Indonesia di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Secara global, 75 persen pelaku UMKM telah mengadopsi atau bereksperimen dengan AI. Sementara di Indonesia, angka tersebut mencapai 77 persen. Penelitian ini menunjukkan bahwa AI memberikan dampak positif dalam hal pendapatan, produktivitas, dan pengalaman pelanggan bagi UMKM.
“Di Indonesia, teknologi AI digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti mesin pencarian berbasis teks, optimalisasi kampanye pemasaran, dan rekomendasi otomatis untuk pelanggan. Teknologi ini memungkinkan UMKM untuk tumbuh lebih cepat meskipun memiliki sumber daya yang terbatas. Ini adalah solusi untuk menghadapi persaingan di era digital,” jelas Iman, Country Leader Salesforce Indonesia.
Namun, Iman juga mengakui bahwa banyak UMKM di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengelola teknologi yang terus berkembang. Sebanyak 77 persen pemimpin UMKM merasa kesulitan mengikuti perkembangan teknologi, sementara 29 persen merasa kekurangan waktu untuk mempelajari teknologi baru.
“Kepercayaan pelanggan menjadi tantangan utama. Sebanyak 87 persen UMKM di Indonesia memilih melibatkan mitra tepercaya untuk membantu mereka mengadopsi teknologi secara efektif. Tiga kekhawatiran utama UMKM terkait AI meliputi masalah keamanan, ketidakpercayaan pelanggan terhadap AI, dan isu etika penggunaannya,” tambahnya.
Iman menambahkan bahwa perkembangan teknologi, seperti agen AI otonom, membuka peluang baru bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan skalabilitas. Salah satu solusi inovatif adalah Agentforce 2.0, platform tenaga kerja digital pertama di dunia, yang memungkinkan UMKM menggunakan agen AI untuk menangani pekerjaan rutin secara mandiri.
“Penelitian ini menegaskan pentingnya adopsi AI sebagai strategi utama bagi UMKM di Indonesia untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berkembang. Selain itu, hal ini mengukuhkan peran UMKM dalam ekosistem ekonomi digital,” tutupnya.
Editor : Hasiholan Siahaan