Minat Kolektor Meningkat, Pasar Jam Tangan Mewah Sekunder Kian Berkembang
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Pasar jam tangan mewah bekas di Indonesia terus menunjukkan geliatnya seiring meningkatnya minat kolektor dan konsumen kelas menengah atas terhadap produk high end bernilai investasi. Fenomena ini tercermin dari kembali digelarnya Jakarta Watch Exchange (JWX) di Gandaria City, Jakarta 15–18 Januari 2026 mendatang.
Salah satu JWX Founder Anton mengatakan, untuk ketujuh kalinya ajang yang digagas komunitas kolektor jam tangan mewah ini kembali digelar. Ajang ini nantinya menjadi ruang temu antara kolektor, pedagang terpercaya, dan pecinta horologi dari berbagai daerah.
“Ada sekitar 40 peserta pameran, mulai dari Jakarta, Surabaya, Bali hingga Medan, memamerkan koleksi jam tangan mewah bekas, jam unworn, hingga edisi langka dan vintage,” katanya, Sabtu (10/1/2026).
Dia menjelaskan, sejumlah merek jam tangan kelas atas seperti Patek Philippe, Rolex, Audemars Piguet, Richard Mille, hingga Vacheron Constantin tampil dalam pameran ini. Namun, ajang ini tidak memiliki afiliasi resmi dengan merek-merek tersebut.
“Selain jam tangan, pameran juga akan menampilkan tas mode premium, perhiasan berlian, serta mutiara laut selatan,” ungkapnya.
Menurut Anton, kehadiran produk lintas kategori ini mencerminkan berkembangnya pasar barang mewah sekunder yang kini tidak hanya dipandang sebagai simbol gaya hidup, tetapi juga instrumen koleksi bernilai ekonomi.
“Apalagi, pameran kali ini ditandai masuknya merek jam tangan mekanis asal Italia, Venezianico, yang mengusung konsep horologi klasik tanpa elemen elektronik. Kehadirannya menambah variasi pilihan di tengah dominasi merek Swiss dalam segmen jam tangan mewah,” ucapnya.
Selain transaksi jual beli, lanjut Anton, pengunjung juga bisa melakukan tukar tambah, titip jual, hingga menjalin jejaring dengan sesama kolektor.
“Bagi komunitas horologi, ajang ini tidak sekadar menjadi ajang transaksi, tetapi juga ruang pertukaran pengetahuan dan tren pasar jam tangan mewah bekas dan gaya hidup premium di Indonesia,” tutupnya.
Editor : Elva Setyaningrum