544 Orang Tewas dalam Demo Berdarah di Iran, DPR Desak Kerja Keras Kemenlu RI Selamatkan Nyawa WNI
JAKARTA, iNewsTangsel - Gelombang aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Iran kini telah memasuki fase yang sangat mematikan dengan laporan korban jiwa mencapai 544 orang. Situasi keamanan yang semakin tidak terkendali ini memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di sana.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, secara tegas mendesak Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan status pemantauan keamanan bagi seluruh WNI. "Situasi yang terjadi di Iran tentu menjadi perhatian serius kita semua, khususnya terkait keselamatan dan keamanan WNI," tegas Dave pada Senin (12/1/2026).
Politikus Partai Golkar tersebut menekankan bahwa perlindungan terhadap warga negara di luar negeri merupakan mandat konstitusi yang tidak bisa ditawar. Ia meminta KBRI Teheran segera melakukan inventarisasi jumlah dan lokasi keberadaan WNI guna memitigasi risiko keamanan secara dini.
Langkah koordinasi secara real-time serta pembukaan saluran komunikasi darurat harus menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi gejolak di Iran. "KBRI perlu aktif melakukan pemantauan serta membuka saluran komunikasi darurat bagi seluruh WNI di sana," tutur Dave.
DPR juga menyarankan agar opsi evakuasi terukur mulai dipersiapkan jika eskalasi kekerasan antara demonstran dan aparat keamanan terus meningkat tajam. Para WNI diimbau untuk menjauhi titik-titik kerumunan massa dan selalu menjaga dokumen perjalanan mereka agar tetap dalam kondisi aman.
Krisis di Iran sendiri dipicu oleh kemerosotan nilai mata uang yang tajam serta ketidakpuasan mendalam terhadap sistem teokrasi yang berkuasa. Ribuan warga dari berbagai kalangan kini turun ke jalanan Teheran untuk menyuarakan kemarahan mereka terhadap rezim dan krisis ekonomi yang mencekik.
Seorang demonstran muda di Teheran mengungkapkan keputusasaannya karena merasa mimpi dan masa depannya telah dirampas oleh kondisi politik yang ada. "Kami hidup dalam ketidakpastian, hidup di sini menjadi tak tertahankan bagi kami semua," ungkap salah satu pengunjuk rasa kepada media internasional.
Komisi I DPR berkomitmen untuk terus mengawasi kinerja Kemenlu dalam memastikan negara hadir melindungi rakyatnya di tengah dinamika global yang berbahaya.
Editor : Aris