Self-Reminder Buat yang Lagi Mau Cukur: Jangan Sampai Terjebak Tren Qaza, Apa Itu?
PAMULANG, iNewsTangsel.id - Gaya rambut Mohawk atau potongan sejenisnya ternyata memiliki istilah khusus dalam fikih Islam, yakni Qaza’. Secara teknis, praktik ini mencakup segala bentuk pencukuran yang tidak rata, di mana seseorang menggundul sebagian rambut kepala hingga kulitnya terlihat jelas, namun membiarkan sebagian lainnya tetap panjang dan lebat.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa tindakan ini bisa berupa mencukur habis bagian samping saja, menggundul bagian tengah kepala, hingga hanya mencukur bagian depan.

Bahkan, Ibnul Qayyim pernah menyinggung bahwa model rambut yang hanya menyisakan bagian tengah dan menggundul sisi sampingnya adalah gaya yang identik dengan perilaku orang-orang rendahan.
Mengenai hukumnya, mayoritas ulama, termasuk Imam Nawawi, menegaskan bahwa qaza’ dihukumi makruh tanzih, yang berarti sangat dianjurkan untuk ditinggalkan agar terhindar dari perkara yang dibenci agama.
Larangan ini bukan tanpa alasan, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah secara langsung menegur seseorang yang rambutnya hanya digundul sebagian.
Beliau memberikan instruksi yang sangat adil dan logis, pilihannya hanya dua, cukurlah seluruhnya secara merata atau biarkan semuanya tumbuh secara utuh. Hal ini dilakukan agar penampilan seorang muslim tetap rapi dan tidak terlihat aneh di mata masyarakat.
Namun, status hukum ini bisa meningkat menjadi haram jika motivasi di baliknya adalah untuk meniru secara identik gaya hidup orang kafir atau tren yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Tindakan menyerupai suatu kaum atau tasyabbuh dilarang keras karena penampilan lahiriah seseorang sering kali menjadi cerminan dari kecenderungan hatinya.
Oleh karena itu, jika kita melihat fenomena ini di lingkungan sekitar, hendaknya kita memberikan nasihat dengan cara yang lembut agar mereka kembali pada tuntunan Nabi. Bagi yang sudah telanjur, langkah terbaik adalah meratakan potongan tersebut agar identitas sebagai muslim yang taat tetap terjaga dengan sempurna. Semoga di Ramadhan 2026 ini kita lebih banyak menyerap ilmu-ilmu agama yang menuntun dalam keehidupan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta