Gizi Anak Jadi Sorotan, Kasus Balita Underweight di Indonesia Masih Tinggi
Selain itu, pemantauan pertumbuhan secara rutin melalui fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, atau rumah sakit juga menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini masalah gizi pada anak. “Deteksi dini memungkinkan intervensi lebih cepat sehingga risiko gangguan pertumbuhan dapat dicegah,” ujarnya.
Aktris sekaligus ibu dua anak Cut Meyriska menyoroti kekhawatiran yang kerap dialami orang tua ketika berat badan anak sulit naik atau mengalami kondisi BB seret. Menurutnya, berat badan menjadi indikator yang paling mudah dipantau untuk melihat apakah pertumbuhan anak berjalan normal atau tidak.
“Yang terpenting tetap tenang, pantau pertumbuhan anak secara rutin, penuhi kebutuhan gizinya, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mendapat penanganan yang tepat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa persoalan berat badan anak yang sulit naik tidak boleh dianggap sepele. Tanpa pemantauan yang baik, kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas pertumbuhan anak di masa depan.
Sedangkan CEO PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Joris Bernard, mengatakan pihaknya terus mendorong berbagai inisiatif edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. Menurut Joris, upaya tersebut sebelumnya dijalankan melalui program Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) yang diklaim mampu menjangkau lebih dari satu juta peserta pada 2025.
"Masalah gangguan pertumbuhan seperti berat badan kurang perlu mendapat perhatian serius. Edukasi kepada orang tua, deteksi dini, dan pemantauan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak,” ujar Joris.
Editor : Hasiholan Siahaan