get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Pangan Melejit! Pemkot Tangerang Gelar Bazar Sembako Murah, Cek Jadwal dan Lokasinya di Sini!

Pemkot Tangerang Tancap Gas Sulap 1.000 RTLH, Gratis untuk Warga!

Kamis, 09 April 2026 | 22:14 WIB
header img
Pemerintah Kota Tangerang tengah tancap gas melakukan percepatan pembangunan terhadap 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sepanjang tahun 2026. [Foto: ist]

KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Pemerintah Kota Tangerang tengah tancap gas melakukan percepatan pembangunan terhadap 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di sepanjang tahun 2026. Program ambisius ini memprioritaskan hunian yang mengalami kerusakan parah akibat terjangan cuaca ekstrem agar warga kembali merasa aman.

Hingga periode April 2026, tercatat sebanyak 10.656 unit rumah di seluruh wilayah Kota Tangerang telah sukses direhabilitasi melalui sinergi APBD dan APBN. Data tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghapus kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kota seribu industri tersebut.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa penentuan penerima bantuan dilakukan secara ketat melalui berbagai jalur aspirasi masyarakat agar tepat sasaran. Beliau memastikan bahwa keterlibatan unsur kewilayahan menjadi kunci utama dalam memetakan rumah mana saja yang masuk kategori prioritas darurat.

“Kami melibatkan berbagai unsur di wilayah sehingga target pembangunan dapat diprioritaskan, termasuk bagi warga terdampak cuaca ekstrem,” ujar Maryono pada Kamis (9/4/2026). Program ini tidak hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga bertujuan memberikan perlindungan sosial yang merata bagi seluruh penduduk.

Selain renovasi bangunan, para penerima manfaat juga dimanjakan dengan kebijakan administrasi berupa pemberian izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis. Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang menjadi eksekutor pembangunan pun dibekali pelatihan teknis serta perlindungan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan selama bekerja.

“Pemerintah hadir melalui kebijakan pembebasan BPHTB dan PBG untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” tambah Maryono. 

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan yang diterima warga benar-benar bersih tanpa adanya pungutan biaya administratif yang memberatkan.

Maryono sangat berharap agar seluruh pelaksanaan perbaikan rumah ini dilakukan dengan standar kualitas tinggi dan selesai tepat waktu sesuai jadwal. Ia menargetkan penurunan signifikan angka kemiskinan dan kawasan kumuh di Kota Tangerang melalui program bedah rumah yang berkelanjutan ini.

“Lakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan profesional karena yang kita bangun adalah keamanan serta keselamatan jiwa warga,” pungkasnya.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut