Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Fakta Mengejutkan di Balik Sidang Kilat Nadiem Makarim
Advertisement . Scroll to see content

Sidang Chromebook Memanas, Tim Nadiem Bongkar Metode Audit BPKP yang Dipersoalkan

Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
  • author Hasiholan
Sidang Chromebook Memanas, Tim Nadiem Bongkar Metode Audit BPKP yang Dipersoalkan
Persidangan dugaan korupsi pengadaan Chromebook kembali memanas setelah tim kuasa hukum Nadiem Makarim menggugat metode audit kerugian negara yang digunakan BPKP. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Persidangan dugaan korupsi pengadaan Chromebook kembali memanas setelah tim kuasa hukum Nadiem Makarim menggugat metode audit kerugian negara yang digunakan BPKP.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Senin (13/4/2026), auditor BPKP mengakui tidak menggunakan perbandingan harga pasar dalam menghitung dugaan kerugian negara. Sebaliknya, perhitungan dilakukan dengan pendekatan cost accounting, yakni berdasarkan biaya produksi ditambah asumsi margin.

Menanggapi hal itu, Nadiem menyebut hasil audit senilai Rp2,1 triliun tidak mencerminkan kondisi riil.
“Terbukti di persidangan, perhitungan kerugian negara itu direkayasa karena tidak membandingkan dengan harga pasar,” ujar Nadiem kepada wartawan usai sidang, Selasa (14/4/2026).

Ia menilai, tanpa pembanding harga pasar, kesimpulan adanya kemahalan menjadi tidak valid. Bahkan, menurutnya, pengadaan Chromebook saat itu justru lebih efisien karena berada di bawah harga pasar untuk spesifikasi serupa.

Kuasa hukum Nadiem, Dodi S. Abdulkadir, menyoroti ketidakkonsistenan data dalam laporan audit. Ia menyebut angka harga wajar yang digunakan auditor tidak ditemukan dalam survei pasar.

“Angka Rp4,3 juta itu tidak eksis di pasar. Kalau mau hitung kerugian negara, harus pakai pembanding harga riil, bukan asumsi,” tegasnya.

Sementara itu, pengacara lain, Ari Yusuf Amir, meragukan dasar kesimpulan ahli BPKP yang dinilai hanya bertumpu pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Padahal, fakta persidangan dari distributor dan prinsipal menunjukkan harga pengadaan tidak mengalami kemahalan. “Kalau sumber datanya keliru, maka hasil auditnya juga keliru,” ujarnya.

Polemik metode audit ini menjadi sorotan utama dalam persidangan, karena berpotensi memengaruhi pembuktian unsur kerugian negara dalam kasus tersebut.

Editor: Hasiholan Siahaan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut