Dugaan Child Grooming Akibat Guru Pacari Siswi, SMK Letris Tangsel Pastikan Sekolah Tetap Kondusif
PAMULANG, iNewsTangsel.id - Dunia pendidikan di Tangerang Selatan mendadak digemparkan oleh kabar viral di media sosial mengenai dugaan kasus child grooming yang melibatkan oknum pejabat sekolah dan seorang siswi.
Desas-desus yang muncul adalah adanya hubungan kekasih antara guru dengan siswi. Menanggapi situasi yang meresahkan tersebut, pihak SMK Letris di kawasan Pamulang langsung mengambil tindakan tegas guna menjaga integritas institusi pendidikan mereka.
Pihak manajemen sekolah secara resmi mengumumkan penonaktifan oknum pejabat yang bersangkutan demi menjamin transparansi penuh selama proses penegakan disiplin berlangsung.
"Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi, saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga proses pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya," tulis manajemen SMK Letris dalam pernyataan resminya melalui akun IG resminya, dikutip Minggu (17/5/2026).
Langkah cepat ini diambil oleh pihak yayasan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum dalam menyikapi isu sensitif yang melibatkan anak di bawah umur. Pihak yayasan juga berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas masalah ini secara adil, tegas, dan tanpa tebang pilih sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Saat ini, manajemen sekolah menempatkan perlindungan mental anak dan ketenangan psikologis para peserta didik sebagai prioritas kerja yang paling utama di lapangan.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan lingkungan belajar tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi," tambah pihak sekolah dalam rilis tertulisnya.
Guna mempercepat titik terang kasus ini, SMK Letris menegaskan bahwa mereka tidak berjalan sendiri melainkan sudah menggandeng lembaga penegak hukum terkait. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pihak berwenang eksternal untuk merumuskan kebijakan sanksi final yang berbasis pada bukti-bukti administratif otentik.
Pihak sekolah berharap proses hukum dan pemeriksaan internal ini dapat berjalan objektif tanpa adanya intervensi atau asumsi liar yang berkembang di ruang digital. Mereka berjanji akan terus memperbarui perkembangan penanganan kasus ini secara berkala melalui saluran komunikasi resmi milik yayasan.
Di sisi lain, masyarakat luas diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi kabar burung dan tidak ikut menyebarkan detail identitas korban di platform digital mana pun. Kerja sama publik sangat dibutuhkan untuk menghormati asas praduga tak bersalah sekaligus melindungi hak privasi anak yang menjadi korban dalam pusaran kasus ini.
Pihak SMK Letris memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal dan aman di bawah pengawasan ketat tim guru. Segala bentuk keputusan akhir terkait status kepegawaian oknum tersebut akan diumumkan secara terbuka setelah seluruh rangkaian investigasi selesai dilakukan.
Editor: Aris