Bahaya Sebar Hoaks, Gus Choi Tegaskan Pentingnya Verifikasi Informasi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Penyebaran hoaks di media sosial kembali menjadi perhatian serius seiring maraknya informasi viral yang belum tentu benar. Dalam beberapa waktu terakhir, konten berupa video dan pesan berantai dengan cepat menyebar melalui platform digital, memicu kebingungan hingga keresahan di masyarakat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa arus informasi yang cepat tidak selalu diiringi dengan akurasi. Tanpa proses verifikasi, kabar yang tidak jelas sumbernya dapat dengan mudah dipercaya dan disebarluaskan, sehingga memperbesar dampak negatifnya.
Isu penghentian operasional sebuah perusahaan yang beredar melalui video di media sosial dipastikan tidak benar. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Komisaris PT Garuda Mas Anugerah (GMA), A Effendy Choirie, guna meluruskan informasi yang telah menyebar luas di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa aktivitas perusahaan tetap berjalan normal tanpa gangguan. “Video yang beredar tidak ada kaitannya dengan kondisi perusahaan. Seluruh kegiatan operasional dan pelayanan tetap berlangsung seperti biasa,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Pihak manajemen menyebut penyebaran informasi tersebut sebagai hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, terutama bagi mitra bisnis dan masyarakat yang belum memperoleh informasi resmi.
Selain memastikan kondisi perusahaan tetap stabil, manajemen juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi digital. Di tengah arus informasi yang cepat, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai konten yang belum terverifikasi.
Gus Choi, sapaan A Effendy Choirie, juga menegaskan bahwa perusahaan beroperasi secara legal dengan kelengkapan izin usaha yang masih berlaku. Hal ini menjadi dasar bahwa kegiatan bisnis tetap berjalan sesuai aturan.
Ia mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong dapat berdampak hukum bagi pihak yang terlibat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kebingungan publik sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya verifikasi informasi di era digital, tegas Gus Choi.
Editor : Hasiholan Siahaan