Transformasi Pendidikan Berbasis AI, Fokus pada Kualitas SDM Nasional
TANGSEL, iNewsTangsel.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian pesat dan mulai mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, industri, hingga tata kelola pemerintahan. Di tengah laju transformasi tersebut, muncul dorongan agar pemanfaatan AI tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kualitas hidup manusia.
Konsep “AI for Life” menjadi salah satu pendekatan yang menekankan pentingnya penggunaan AI secara etis, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan manusia. AI dinilai perlu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pendidikan, serta mendorong inovasi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
Pendekatan ini juga menegaskan bahwa AI bukan sekadar alat atau teknologi pendukung, melainkan bagian dari transformasi besar yang memengaruhi cara belajar, bekerja, hingga mengambil keputusan. Karena itu, penguatan literasi digital, kesiapan sumber daya manusia, serta regulasi yang adaptif menjadi kunci dalam memastikan AI memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Ketua Dewan Guru Besar BINUS University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menyampaikan bahwa pemanfaatan AI harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya. "Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi lintas sektor", tegas Harjanto.
Gagasan “AI for Life” juga dirumuskan melalui pendekatan lintas disiplin yang mencakup teknologi, bisnis, industri kreatif, hingga aspek hukum dan kebijakan. Dalam bidang teknologi, AI didorong untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengambilan keputusan. Sementara di sektor industri dan kreatif, AI dinilai mampu membuka peluang inovasi baru tanpa menghilangkan sentuhan kreativitas manusia.
Editor : Hasiholan Siahaan