Rwanda Sebut Indonesia Kunci Sukses Bangkit dari Masa Lalu yang Kelam
JAKARTA, iNewsTangsel - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rwanda kini memasuki babak baru yang penuh dengan potensi strategis di sektor perdagangan hingga investasi. Duta Besar Rwanda untuk Indonesia, Abdul Karim Harelimana, menegaskan bahwa Rwanda sangat menghargai Indonesia sebagai mitra penting dalam kerja sama Selatan-Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam perayaan Hari Pembebasan Rwanda (Kwibohora) ke-32 yang digelar dengan khidmat di Jakarta.
“Solidaritas, persahabatan, dan kemitraan Anda telah memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan Rwanda,” ujar Harelimana dalam keterangannya, dikutip Senin (20/7/2026).
Bagi Rwanda, momentum Kwibohora bukan sekadar perayaan sejarah, melainkan simbol kebangkitan nasional setelah melewati masa-masa sulit pascagenosida 1994. Dubes Harelimana juga menambahkan bahwa bangsa Rwanda kini lebih memilih persatuan daripada perpecahan demi membangun kemandirian ekonomi.
Pihak Indonesia pun menyambut baik komitmen kuat tersebut dengan menegaskan komitmen solidaritas yang serupa dalam kerja sama bilateral. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, menyampaikan bahwa Hari Pembebasan Rwanda adalah simbol keberanian untuk membangun kembali masa depan.
Kerja sama ini diproyeksikan akan menyentuh berbagai sektor krusial, mulai dari keamanan politik hingga perluasan akses pendidikan. “Keyakinan bersama ini mendorong komitmen kami untuk bekerja sama secara erat dengan Rwanda di berbagai bidang,” ungkap Santo Darmosumarto.
Salah satu langkah konkret yang sedang digodok oleh kedua negara saat ini adalah penyusunan perjanjian perdagangan preferensial (PTA). Langkah strategis ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan volume perdagangan bilateral secara signifikan.
Optimisme ini juga diperkuat oleh rekam jejak Rwanda yang kini dikenal memiliki tata kelola pemerintahan yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Melalui semangat Selatan-Selatan, Indonesia diposisikan sebagai jangkar utama dalam mendukung inovasi serta investasi di Rwanda.
Melalui sinergi dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan ini, kedua negara optimistis dapat saling melengkapi kebutuhan domestik masing-masing. Komitmen jangka panjang ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi yang tangguh bagi generasi mendatang.
Editor : Aris