Sejarah Borobudur Kini Bisa Dijelajahi Lewat Teknologi AI
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Cara generasi muda mengenal sejarah Candi Borobudur kini mulai bergeser dari sekadar membaca informasi menjadi pengalaman digital yang interaktif. Teknologi kecerdasan buatan (AI), visual digital, teater, dan sensor gerak dimanfaatkan untuk menghadirkan kembali cerita di balik salah satu warisan budaya Indonesia tersebut.
Pendekatan ini memungkinkan sejarah Borobudur disampaikan melalui medium yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi yang tumbuh bersama teknologi. Pengunjung tidak hanya menyaksikan visual candi, tetapi juga diajak memahami proses pembangunannya, tokoh-tokoh yang berkaitan dengan sejarah Borobudur, hingga pesan moral yang tersimpan dalam relief.
Pengalaman tersebut dihadirkan melalui “Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa”, sebuah karya imersif yang dikembangkan untuk mempertemukan kekayaan sejarah dengan inovasi digital. Narasi yang digunakan tidak dibangun semata berdasarkan kreativitas teknologi, melainkan mengacu pada riset dan sumber sejarah yang telah melalui kurasi akademik.
Founder dan CEO Curaweda Azhar Muhammad Fuad menegaskan AI dalam karya tersebut tidak ditempatkan sebagai sumber fakta sejarah. Teknologi digunakan untuk menerjemahkan data sejarah yang telah tervalidasi menjadi visual dan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
“Bagi kami di Curaweda, teknologi bukanlah tujuan akhir. AI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli,” ujar Azhar.
Editor : Hasiholan Siahaan