get app
inews
Aa Text
Read Next : Pembunuhan Prajurit TNI di Tangerang Terungkap, Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka

Lonjakan Urbanisasi, Tangerang Hadapi Ancaman Krisis Lahan Hunian

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:36 WIB
header img
Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penyediaan hunian terjangkau untuk menjaga keseimbangan pasar. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kelangkaan lahan di kawasan perkotaan Jabodetabek semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, seiring pesatnya pembangunan dan terbatasnya ruang pengembangan baru. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya harga tanah serta semakin terbatasnya pilihan hunian bagi masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat urban menghadapi tantangan dalam mencari tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan. Faktor lokasi strategis, akses transportasi, serta ketersediaan fasilitas menjadi pertimbangan utama, namun kerap berbenturan dengan keterbatasan pasokan dan kenaikan harga properti.

Tekanan ini paling dirasakan oleh keluarga muda yang menjadi segmen terbesar pencari hunian saat ini. Mereka cenderung membutuhkan rumah dengan harga terjangkau, namun tetap berada di kawasan dengan infrastruktur memadai dan lingkungan yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, keterbatasan lahan juga mendorong perubahan pola pengembangan hunian, dari rumah tapak ke hunian vertikal atau kawasan terpadu. Namun, pergeseran ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok dengan daya beli menengah.

Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan tata ruang dan penyediaan hunian terjangkau untuk menjaga keseimbangan pasar. Tanpa intervensi yang tepat, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan hunian dikhawatirkan akan semakin melebar di kawasan perkotaan.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan hunian di Jabodetabek tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut perencanaan jangka panjang yang berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang terus berkembang.

Direktur Pemasaran Alam Sutera, Lilia S. Sukotjo, mengatakan permintaan terhadap hunian di kawasan ini masih menunjukkan tren positif, terutama dari end-user.

“Permintaan masih sangat baik, khususnya dari keluarga muda yang mencari hunian dengan lokasi strategis, kualitas bangunan yang baik, serta lingkungan yang sudah matang. RUMI kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).

RUMI menawarkan dua pilihan tipe hunian dengan desain yang mengutamakan pencahayaan alami dan fungsi ruang. Setiap unit juga dilengkapi fitur modern seperti smart home system, smart door lock, hingga CCTV untuk menunjang keamanan dan kenyamanan penghuni, kata Lilia.

Dengan jumlah unit yang terbatas, RUMI diproyeksikan menjadi salah satu produk hunian yang diminati di tengah tren kenaikan nilai properti di Alam Sutera. "Kombinasi konsep modern, lokasi strategis, dan kelangkaan lahan dinilai akan terus mendorong daya tarik pasar dalam beberapa tahun ke depan", tegasnya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut