get app
inews
Aa Text
Read Next : Indonesia Cetak Sejarah di GSDC 2026, 1,62 Ton Sampah Disulap Jadi Energi Hijau

Edukasi Daur Ulang Sampah Plastik di Sekolah, Langkah Awal Selamatkan Lingkungan

Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:15 WIB
header img
Edukasi lingkungan yang konsisten dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan volume sampah plastik di masa depan. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia terus mendapat perhatian, terutama melalui pendekatan edukasi di lingkungan sekolah. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025 mencatat, sampah plastik menyumbang sekitar 20,52% dari total sampah nasional, menjadikannya salah satu sumber pencemaran terbesar.

Di Bandung, inisiatif pengelolaan sampah mulai diarahkan pada pembentukan kebiasaan sejak usia dini. Sejumlah sekolah kini dilibatkan dalam program pengumpulan dan daur ulang sampah plastik, dengan menyediakan fasilitas seperti kotak pengumpulan (dropbox) yang memungkinkan siswa berpartisipasi langsung.

Selain pengumpulan, kegiatan ini juga diiringi edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah. Siswa dari tingkat SD hingga SMA diperkenalkan pada proses daur ulang, termasuk bagaimana sampah plastik dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat, Zamilia Floreta, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, edukasi lingkungan yang konsisten dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan volume sampah plastik di masa depan.

Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam pengendalian sampah. “Kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dini agar kebiasaan baik dapat terbentuk dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Sementara itu, perwakilan Yayasan Bening Saguling, Muhammad Dzikri Fauzan, yang menilai praktik langsung di sekolah dapat memperkuat pemahaman siswa. “Pendekatan ini tidak hanya soal pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap individu punya peran,” katanya.

Program berbasis sekolah ini dinilai sebagai salah satu pendekatan untuk menjawab persoalan lingkungan yang kompleks, meski tantangan seperti konsistensi perilaku dan pengelolaan lanjutan masih perlu menjadi perhatian.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut